- Antara
Pesawat SQ964 yang Dinaiki Mentan SYL Terpantau Akan Segera Tiba di Bandara Soekarno Hatta
Bahkan, mencuatnya giringan opini soal SYL jadi DPO pun dibantah oleh Silmy.
Dia sebut bahwa SYL belum bisa dipastikan masuk DPO.
Lantaran, KPK belum memberikan pemberitahuan resmi soal itu.
Di samping itu, NasDem yang merupakan rumah ideologis SYL bernaung juga angkat bicara melalui Bendahara Umum NasDem, Ahmad Sahroni.
Ahmad Sahroni sampaikan ke publik, Syahrul Yasin Limpo tidak hilang kontak. Hal ini menjawab tudingan netizen bernada miring, soal hilang kontak SYL.
Lanjut Ahmad Sahroni jelaskan, Syahrul Yasin Limpo tidak bisa dihubungi lantaran sedang berobat.
“Saya enggak tahu dirawat di mana. Cuman dapat informasi aja karena prostatnya bermasalah, akhirnya dia enggak pegang komunikasi,” ujar Sahroni saat dihubungi, Selasa (3/10/2023).
Kendati demikian, Wakil Ketua Komisi III DPR itu juga beberkan ihwal SYL kini sudah bisa dihubungi kembali.
Oleh karena itu, NasDem juga sudah berkomunikasi dengan SYL, bahwa Mentan akan kembali ke Indonesia pada 5 Oktober 2023.
“Tapi sudah terkomunikasi, dikasih tahu bahwa tanggal 5 (Oktober), dia kembali,” katanya.
Sementara, saat dipantau medsos Instagram milik Syahrul Yasin Limpo oleh tim tvOnenews, Rabu (4/10/2023). Pada enam hari lalu, SYL mengunggah soal kegiatannya di luar negeri, tepatnya Roma, Italia.
Dalam unggahan itu, SYL menuliskan, bahwa ia menggelar pertemuan bilateral dengan Direktur Jenderal FAO, Qu Dongyu, di sela-sela konferensi di Roma, Italia.
"Kami sepakat untuk memperkuat kerja sama Proyek Selatan-Selatan dan Triangular (KSST)," tulis SYL dalam unggahan Instagramnya.
"Ini merupakan kerja sama antar negara berkembang, khususnya negara selatan di Asia, Afrika dan Pasifik, untuk berbagi pengalaman dan mencari solusi atas tantangan pembangunan pertanian. KSST merupakan hasil dari pertemuan kelompok kerja pertanian G20 Presidensi Indonesia tahun lalu," tulisnya kembali.
Tak hanya itu, Syahrul Yasin Limpo sempat menuturkan dalam unggahan tersebut, bahwa dirinya optimis proyek KSST dapat memberikan manfaat besar bagi pencapaian ketahanan pangan di kawasan Asia-Pasifik.
"Kami akan terus berkoordinasi dengan perwakilan FAO di Indonesia untuk mengidentifikasi potensi kerja sama dengan berbagai negara," bebernya di unggahan itu.