- Istimewa
Swasembada Pangan Dipertanyakan, Pemerintah Paparkan Data Produksi hingga Stok Beras
Proyeksi Global dan Posisi ASEAN
Secara global, Food and Agriculture Organization (FAO) memproyeksikan produksi beras Indonesia pada musim tanam 2025/2026 mencapai 35,6 juta ton. Capaian ini menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar di kawasan ASEAN, melampaui Vietnam dan Thailand.
Meski demikian, kritik terhadap klaim swasembada pangan masih muncul, terutama terkait metode perhitungan produksi. Andi menilai sebagian kritik muncul karena kesalahan dalam memahami data.
“Narasi yang hanya menghitung dari luas baku sawah tanpa mempertimbangkan intensitas tanam dan produktivitas merupakan pendekatan yang keliru secara metodologis,” tegasnya.
Pemerintah menilai kritik tetap penting dalam mengawal kebijakan publik, namun harus disertai data yang akurat.
“Mengkritisi kebijakan adalah hal yang sah, tetapi harus berbasis data, bukan asumsi parsial,” kata Andi.
Ia juga mengingatkan bahwa penyampaian informasi yang tidak utuh berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Perdebatan mengenai swasembada pangan menunjukkan pentingnya transparansi data dan literasi publik dalam memahami sektor pertanian. Pemerintah mengklaim capaian positif berdasarkan data resmi, sementara publik tetap diharapkan berperan aktif mengawal kebijakan melalui kritik yang konstruktif.(chm)