- Istimewa
Dukungan Non-Medis Dinilai Penting dalam Proses Pemulihan Pasien Anak
Jakarta, tvOnenews.com - PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) menggelar kegiatan sosial bersama Rumah Harapan Indonesia di Jakarta (25/4/2026), dengan melibatkan anak-anak pasien dan para pendamping. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya dukungan non-medis dalam proses pemulihan pasien, khususnya anak-anak yang tengah menjalani pengobatan penyakit berat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti sejumlah aktivitas interaktif seperti mewarnai, membuat gelang, dan permainan bersama. Aktivitas ini dirancang untuk menciptakan suasana yang lebih nyaman sekaligus memberikan ruang ekspresi bagi anak-anak di tengah proses pengobatan yang dijalani.
Direktur Utama IRRA, Heru Firdausi Syarif, menilai bahwa proses pemulihan pasien tidak hanya ditentukan oleh intervensi medis, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor psikologis dan lingkungan.
“Di balik setiap proses pemulihan, ada kekuatan yang datang dari dukungan dan harapan. Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir lebih dekat, tidak hanya sebagai penyedia alat kesehatan, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan menuju kesembuhan,” ujarnya.
Selain kegiatan interaksi, perusahaan juga menyalurkan bantuan untuk mendukung operasional rumah singgah tersebut, termasuk kebutuhan harian yang menunjang proses perawatan pasien. Dukungan ini diharapkan dapat membantu keluarga pasien yang harus menjalani pengobatan dalam waktu panjang di luar daerah asal.
Rumah Harapan Indonesia sendiri merupakan fasilitas rumah singgah gratis bagi anak-anak pasien rujukan dari berbagai daerah yang menjalani pengobatan di kota besar. Layanan yang diberikan mencakup tempat tinggal sementara, dukungan nutrisi, transportasi ke rumah sakit, serta pendampingan emosional bagi pasien dan keluarga.
Founder Rumah Harapan Indonesia, Valencia Mieke Randa, menyebut kegiatan seperti ini memberi dampak langsung terhadap kondisi psikologis anak dan keluarga.
“Kegiatan seperti ini menghadirkan rasa bahagia dan harapan di tengah proses pengobatan yang panjang dan melelahkan. Bagi anak-anak, ini menjadi jeda dari rasa sakit yang mereka alami,” katanya.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan berbagai pihak diperlukan untuk memperkuat dukungan bagi pasien anak, terutama yang berasal dari luar daerah dan menghadapi keterbatasan selama menjalani pengobatan.