- Antara
HIPMI Apresiasi Strategi Geoekonomi Presiden Prabowo: Kunjungan Luar Negeri Perkuat Investasi dan Posisi Tawar Indonesia di Panggung Global
tvOnenews.com - Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Anthony Leong memberikan apresiasi terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto yang aktif melakukan kunjungan ke berbagai negara dalam rangka memperkuat kerja sama ekonomi, investasi, perdagangan, dan pengembangan sumber daya manusia.
Menurut Anthony, kunjungan luar negeri Presiden Prabowo harus dilihat sebagai bagian dari strategi besar transformasi ekonomi nasional, bukan sekadar aktivitas diplomatik rutin. Ia menilai Presiden sedang menjalankan pendekatan geoekonomi yang bertujuan mempercepat Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).
“Presiden Prabowo sedang menjalankan geoekonomi secara praktis. Beliau hadir langsung di berbagai negara untuk membangun kemitraan investasi strategis, memperkuat pengembangan sumber daya manusia, memperluas akses perdagangan, sekaligus membuka peluang transfer teknologi yang dibutuhkan Indonesia untuk naik kelas menjadi negara maju,” ujar Anthony pada keterangannya (3/6).
Anthony menilai hasil dari berbagai lawatan internasional tersebut mulai terlihat melalui meningkatnya kepercayaan dunia terhadap Indonesia. Berbagai pertemuan bilateral maupun forum internasional telah menghasilkan komitmen investasi bernilai besar yang mencakup sektor energi, hilirisasi industri, ketahanan pangan, infrastruktur, ekonomi digital, hingga pengembangan teknologi.
Ia menjelaskan bahwa dalam situasi global yang semakin kompetitif, hubungan langsung antara pemimpin negara menjadi faktor penting dalam menarik investasi dan membangun kepercayaan pelaku usaha internasional.
Menurut Anthony, dunia saat ini sedang mengalami perubahan besar dalam rantai pasok dan rantai nilai global. Karena itu Indonesia harus mengambil posisi strategis agar tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi menjadi pemain utama dalam industri bernilai tambah tinggi.
“Kita sedang menyaksikan bagaimana global value chain berbasis sumber daya alam dirajut ulang. Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus menjadi price maker, bukan terus-menerus menjadi price taker. Untuk mencapai itu, kita membutuhkan investasi, teknologi, dan kemitraan global yang kuat. Itulah yang sedang dibangun Presiden Prabowo melalui diplomasi ekonomi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Anthony mengatakan bahwa manfaat kunjungan luar negeri tidak selalu dapat diukur secara instan. Namun, fondasi kerja sama yang dibangun hari ini akan menentukan posisi Indonesia dalam persaingan ekonomi global pada masa mendatang.
Ia menambahkan bahwa dunia usaha nasional juga harus mampu menangkap peluang yang dibuka pemerintah melalui berbagai kerja sama internasional tersebut.
“Momentum ini harus dimanfaatkan oleh dunia usaha Indonesia. Kita perlu mendorong lahirnya pabrik-pabrik baru berbasis teknologi, mengembangkan sektor peternakan modern dengan konsep smart farming, memperkuat hilirisasi, serta mulai membangun industri strategis masa depan seperti semikonduktor. Dengan begitu, Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi menjadi pusat produksi dan inovasi yang diperhitungkan dunia,” kata Anthony.
Anthony menegaskan bahwa diplomasi yang dilakukan Presiden Prabowo pada akhirnya bertujuan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, membuka lapangan kerja, meningkatkan daya saing industri nasional, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk memberikan dukungan terhadap berbagai upaya pemerintah dalam memperluas kemitraan internasional yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pembangunan ekonomi Indonesia.(chm)