BGN akan Fokuskan Makan Bergizi Gratis ke Wilayah 3T dan Kelompok 3B
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Jakarta, tvOnenews.com - Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan penajaman sasaran pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memprioritaskan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Selain fokus wilayah, program ini juga diarahkan secara khusus kepada kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B), sesuai dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto.
Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menjelaskan bahwa fokus pada kelompok 3B didasarkan pada pertimbangan medis dan hasil diskusi dengan para ahli mengenai periode emas pertumbuhan anak.
"Sekarang kita fokuskan ke 3T dan terutama untuk 3B. Setelah kita diskusi bersama para pakar, intervensi gizi itu memang paling bagus adalah saat mulai kandungan bulan pertama sampai usia sembilan tahun atau sekolah dasar (SD). Nah, kita sekarang mengejar ke sana," ujar Nanik dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (4/6).
Ketegasan juga diberlakukan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Nanik menyatakan pihaknya akan menangguhkan SPPG yang kedapatan tidak melayani kelompok sasaran 3B. Langkah ini terbukti efektif dalam memperluas jangkauan penerima manfaat dalam waktu singkat.
"Kemarin kita sampai mengeluarkan ancaman, SPPG harus ada 3B. Kalau enggak, kita suspend (tangguhkan). Alhamdulillah, hasilnya bagus, dalam dua minggu itu ada 22 juta penerima 3B. Yang terpenting saat ini kita fokus, agar anggarannya juga fokus ke sana, sehingga tercapai targetnya," tegasnya.
Terkait pelaksanaan di wilayah perbatasan, BGN melibatkan Wakil Kepala BGN Mayjen TNI Trenggono untuk memanfaatkan keahlian teritorial.
Nanik mengonfirmasi bahwa Trenggono saat ini tengah dalam proses pengunduran diri dari dinas militer.
"Beliau sudah mengajukan proses pengunduran diri (dari TNI) dan mungkin dalam waktu dekat beliau sudah pensiun. Namun, proses pengunduran dirinya sudah dilakukan dan berlangsung sejak kemarin. Mengapa ada militer? Nanti kaitannya dengan program di 3T, di mana kami membutuhkan ahli teritorial di situ," jelas Nanik.
Menyangkut pendanaan, pemerintah telah mematok anggaran sebesar Rp268 triliun untuk program MBG tahun 2026.
Guna memastikan dana tersebut tepat sasaran, BGN menjalankan rencana kerja yang menitikberatkan pada penghematan tanpa mengorbankan kualitas konsumsi masyarakat.
Load more