Bersih-bersih Struktural BGN, Langkah Pemerintah Dinilai Respons Kritik Publik dengan Aksi Nyata
- tvOnenews.com/Julio
Jakarta, tvOnenews.com - Langkah Pemerintah Indonesia mencopot tiga pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yakni Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya menuai respons positif.
Ketua Umum Relawan Jaringan Nasional (Jarnas) Prabowo-Gibran, Nasarudin mengatakan kebijakan tersebut menunjukan integritas pemerintah dalam memastikan program prioritas berjalan sesuai tujuan bermanfaat bagi masyarakat.
"Kami mengapresiasi Presiden Prabowo yang memiliki niat tulus untuk membangun bangsa Indonesia. Ketulusan itu terlihat dari keberanian beliau mengambil tindakan tegas terhadap siapa saja yang diduga menyalahgunakan amanah negara dan merusak program-program yang diperuntukkan bagi rakyat, termasuk Program Makan Bergizi Gratis," ujar Nasarudin, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Nasarudin menilai langkah tersebut sekaligus menjawab berbagai kritik dan masukan publik yang selama ini ditujukan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun kinerja jajaran pimpinan BGN.
Menurutnya, Presiden Prabowo menunjukkan bahwa dirinya tidak menutup mata terhadap berbagai evaluasi yang berkembang di masyarakat.
"Selama ini banyak kritik, masukan, dan sorotan yang muncul terhadap pelaksanaan MBG maupun terhadap jajaran pimpinan BGN. Saya melihat Presiden Prabowo mendengar semua aspirasi tersebut dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk memastikan program ini berjalan sesuai harapan rakyat," katanya.
Nasarudin menilai pencopotan pimpinan BGN di tengah proses hukum yang berjalan menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap kepentingan rakyat.
Ia juga menilai langkah Prabowo memberikan pesan kuat kepada seluruh penyelenggara negara bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan integritas.
"Presiden ingin memastikan bahwa setiap rupiah anggaran negara yang digunakan untuk Program Makan Bergizi Gratis benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Tidak boleh ada pihak yang memanfaatkan program rakyat untuk kepentingan pribadi. Siapa pun yang terbukti melanggar harus diproses sesuai hukum yang berlaku," katanya.
Lebih lanjut, Nasarudin menyorot langkah tegas Prabowo melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program prioritasnya sendiri.
"Justru dari sini masyarakat dapat melihat bahwa Presiden Prabowo tidak anti kritik. Beliau ingin program MBG sukses dan memberikan dampak nyata bagi rakyat. Ketika ada persoalan di lapangan dan muncul dugaan penyimpangan, Presiden mengambil langkah korektif yang cepat demi menyelamatkan program tersebut," ujarnya.(raa)
Load more