- Kolase tvOnenews.com/ Tangkapan Layar YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo/ Instagram @dr.richard_lee
Richard Lee Ngamuk di Persidangan, Sebut Kasusnya Tak Patut Dibawa ke Meja Hijau
Jakarta, tvOnenews.com - Proses hukum yang menjerat dokter kecantikan sekaligus YouTuber Richard Lee masih terus bergulir di Pengadilan Negeri Tangerang.
Sidang yang digelar Kamis (2/7/2026) kembali menyita perhatian publik karena menghadirkan tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas nota keberatan atau eksepsi yang sebelumnya diajukan pihak Richard Lee.
Dalam persidangan tersebut, JPU secara tegas meminta majelis hakim menolak seluruh eksepsi terdakwa dan melanjutkan perkara ke tahap pemeriksaan berikutnya. Kasus ini berkaitan dengan laporan yang diajukan oleh Samira Farahnaz alias Dokter Detektif (Doktif) terkait dugaan pelanggaran perlindungan konsumen.
Usai persidangan, Richard Lee kembali memberikan tanggapannya kepada awak media. Pemilik Athena Group itu menilai perkara yang kini membawanya ke meja hijau seharusnya tidak perlu sampai disidangkan.
"Kasus ini tidak patut untuk disidangkan menurut saya," ucap Richard Lee.
Richard Lee juga kembali menyinggung asal-usul produk skincare yang dipermasalahkan dalam laporan tersebut. Menurutnya, produk yang dijadikan objek perkara tidak dibeli langsung dari toko resmi miliknya.
Ia menilai hal itu menjadi kejanggalan dalam kasus yang sedang berjalan saat ini. Richard pun mengaku tidak menerima dirinya diproses hukum atas produk yang menurutnya berasal dari pihak lain.
"Bagaimana mungkin, belinya aja nggak di tempat saya, seperti yang kalian ketahui Athena itu adalah tempat eksklusif," tandasnya.
Di tengah proses hukum yang masih berlangsung, Richard Lee mengaku memilih menyerahkan sepenuhnya kepada majelis hakim. Ia berharap pengadilan dapat memberikan putusan yang adil berdasarkan fakta persidangan.
"Saya percaya dan kita berdoa hakim ini berani (memutus perkara secara adil)," ungkapnya.
Perseteruan antara Richard Lee dan Doktif sendiri telah berlangsung cukup lama dan menjadi perhatian besar di media sosial. Konflik keduanya bermula dari konten ulasan produk kecantikan yang dibuat Doktif. Dalam beberapa unggahannya, Doktif menuding sejumlah produk skincare milik Richard Lee melakukan overclaim terkait kandungan maupun manfaat produk.
Konten tersebut kemudian memicu polemik luas di kalangan pengguna skincare dan warganet. Richard Lee merasa reputasi bisnis dan produknya dirugikan akibat tudingan tersebut.