- Ist
Senyum Manis 'Bang Jago' Usai Ditangkap, Polisi Ungkap Tersangka Positif Sabu dan Akui Ingin Memukul Orang
tvOnenews.com - Fenomena kekerasan di jalan raya atau road rage masih menjadi perhatian di berbagai negara. Insiden yang dipicu emosi sesaat kerap berujung pada tindak penganiayaan, bahkan tidak jarang diperparah oleh penyalahgunaan narkotika atau gangguan kesehatan mental yang belum tertangani.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut penyalahgunaan zat psikoaktif, termasuk metamfetamin atau sabu, dapat meningkatkan risiko perilaku agresif, impulsif, serta pengambilan keputusan yang berbahaya.
Sementara itu, penelitian yang dipublikasikan National Institute on Drug Abuse (NIDA) di Amerika Serikat menunjukkan penggunaan metamfetamin dapat memicu paranoia, halusinasi, dan perilaku kekerasan pada sebagian pengguna.
Sejumlah negara maju berupaya menekan kasus serupa melalui pendekatan terpadu. Di Australia, misalnya, kepolisian bersama layanan kesehatan rutin melakukan asesmen terhadap pelaku tindak kekerasan yang diduga berada di bawah pengaruh narkoba atau mengalami gangguan psikologis.
Di Inggris, pelaku kekerasan yang diduga dipengaruhi penyalahgunaan zat juga dapat menjalani evaluasi medis sebagai bagian dari proses penyidikan untuk menentukan penanganan yang tepat, selain proses pidana yang tetap berjalan.
Kasus yang terjadi di Jagakarsa, Jakarta Selatan, kembali mengingatkan pentingnya penanganan menyeluruh terhadap tindak kekerasan di ruang publik.
Pria yang sempat dijuluki warganet sebagai "Bang Jago" karena aksi pemukulannya terhadap seorang pemotor kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Hasil pemeriksaan polisi mengungkap pelaku positif mengonsumsi narkotika jenis sabu dan akan menjalani pemeriksaan kondisi kejiwaan.
Polisi: Tersangka Positif Mengonsumsi Sabu
Polisi menetapkan Fredik Risya Samuel (FRS) (37)** sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap seorang pemotor di Jalan Moch. Kahfi II, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
- Ist
Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan hasil tes urine menunjukkan Fredik positif menggunakan narkotika jenis sabu.
- Ist
"Untuk tes urine kita sudah lakukan, dia positif memakai narkoba. Jadi dia positif untuk memakai narkoba jenis sabu," kata Nurma kepada wartawan, Senin (6/7/2026).
Menurut Nurma, penyidik masih mendalami asal-usul sabu yang dikonsumsi tersangka, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam penyediaan barang haram tersebut.
Selain proses penyelidikan terkait narkotika, polisi juga telah menahan Fredik atas dugaan tindak penganiayaan.