news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Dugaan perundungan (bullying) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

7 Fakta-Fakta Ledakan Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Polisi Temukan 4 Bom dan Dugaan Motif Perundungan

Polda Sumbar dan Densus 88 mendalami ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang. Polisi mengungkap empat bom dibawa pelaku, diduga belajar dari internet dan terinspirasi kasus bom sekolah.
Rabu, 15 Juli 2026 - 17:23 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Insiden ledakan berkekuatan rendah di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat, menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. 

Peristiwa yang terjadi pada Selasa (14/7/2026) itu tidak hanya memicu kepanikan di lingkungan sekolah, tetapi juga membuka fakta mengejutkan mengenai dugaan keterlibatan seorang pelajar yang diduga merakit sendiri bahan peledak setelah mempelajarinya melalui internet.

Polda Sumatera Barat bersama Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri kini terus mendalami kasus tersebut. 

Penyelidikan tidak hanya difokuskan pada proses pembuatan bom rakitan, tetapi juga latar belakang psikologis pelaku, dugaan perundungan (bullying), hingga aktivitas digital yang menginspirasi aksi tersebut. 

Polisi memastikan seluruh pengakuan pelaku masih diverifikasi melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, dan analisis forensik.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Meski demikian, aparat menilai kasus ini menjadi peringatan serius mengenai bahaya penyebaran tutorial pembuatan bahan peledak di internet, pentingnya deteksi dini terhadap perundungan di sekolah, serta perlunya pengawasan terhadap aktivitas digital remaja.

Fakta-Fakta Ledakan Bom Rakitan di MAN 3 Padang

Berdasarkan keterangan kepolisian dan hasil penyelidikan sementara, berikut sejumlah fakta yang berhasil diungkap:

1. Empat bom rakitan dibawa pelaku ke sekolah
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol. Susmelawati Rosya mengungkapkan pelaku membawa empat bom rakitan di dalam tasnya. Satu bom meledak, sedangkan tiga bom lainnya berhasil diamankan Tim Gegana.

"Bom yang dibawanya empat buah yang diletak di dalam tasnya. Pas kejadian satu bom yang meledak dan tiga lagi sudah diamankan," ujar Susmelawati Rosya.

2. Ledakan tergolong low explosive

Polisi memastikan daya ledak bom tergolong rendah sehingga hanya menimbulkan kepulan asap tebal di ruang kelas dan tidak menyebabkan korban jiwa maupun luka.

Terungkap! Pelajar MAN 3 Padang Diduga Belajar Merakit Bom dari Internet, Polisi Dalami Motif Perundungan
Sumber :
  • Mediahub Polri

3. Pelaku merupakan seorang pelajar berinisial R (18)
Polisi telah mengamankan dan memeriksa R yang diduga merakit seluruh bom tersebut secara mandiri.

4. Belajar merakit bom dari internet
Kepada penyidik, pelaku mengaku mempelajari cara membuat bahan peledak secara otodidak melalui internet dan tayangan YouTube. Bahan-bahan seperti mesiu, kelereng, dan material petasan dibeli melalui aplikasi belanja daring.

5. Terinspirasi kasus bom sekolah di Jakarta
Juru Bicara Densus 88 Kombes Pol. Mayndra Eka Wardhana mengatakan pelaku mengaku terinspirasi oleh peristiwa bom di SMA Negeri 72 Jakarta pada 2025.

"Pelaku juga mengaku mempelajari pembuatan bahan peledak secara daring dan terinspirasi oleh peristiwa bom di SMA Negeri 72 Jakarta pada tahun 2025. Motif tersebut masih dalam proses pendalaman oleh tim penyelidik," kata Mayndra.

6. Aktif di grup daring pembuat bom
Polisi juga menemukan pengakuan bahwa pelaku bergabung dalam sejumlah grup percakapan daring yang membahas tutorial pembuatan bahan peledak.

7. Diduga dipicu perundungan
Penyidik menduga aksi tersebut dipengaruhi kondisi psikologis pelaku yang mengaku telah menjadi korban bullying selama sekitar satu tahun.

Polisi Dalami Motif dan Barang Bukti

Kapolresta Padang Kombes Pol. Apri Wibowo menjelaskan ledakan terjadi di dalam laci meja yang berada di luar ruang kelas saat jam istirahat sekolah.

"Ledakan berskala rendah itu terjadi sekitar pukul 10.15 WIB," kata Apri.

Menurutnya, sasaran ledakan diduga mengarah kepada teman yang disebut pelaku sering melakukan perundungan terhadap dirinya.

Selain bom yang sempat meledak, polisi menemukan tiga bom rakitan lain serta sejumlah barang berbahaya di dalam tas pelaku, di antaranya kotak hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, dan baut.

"Kami masih melakukan pendalaman terkait unsur-unsur yang ada di dalamnya. Untuk sementara diduga bom rakitan," ujar Apri.

Polisi juga menggeledah rumah pelaku untuk memastikan tidak ada lagi bahan peledak maupun perangkat lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Sementara itu, Kepala MAN 3 Padang Marliza membenarkan adanya insiden ledakan tersebut. Ia mengaku tidak mendengar suara ledakan karena sedang mengikuti rapat bersama para guru.

"Kami cukup terkejut karena dari ruang rapat sama sekali tidak terdengar suara apa pun. Tiba-tiba ada informasi dari rekan-rekan guru bahwa telah terjadi peristiwa tersebut," ujarnya.

Pihak sekolah memilih menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada aparat kepolisian dan belum meminta keterangan kepada pelajar yang bersangkutan.

Dari sisi hukum, apabila terbukti membuat, memiliki, menyimpan, membawa, atau menggunakan bahan peledak tanpa hak, pelaku dapat dijerat Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, yang mengatur kepemilikan dan penggunaan bahan peledak secara ilegal dengan ancaman pidana yang sangat berat, termasuk penjara seumur hidup atau pidana penjara dalam jangka waktu tertentu sesuai hasil pembuktian.

Selain itu, apabila terbukti terdapat unsur yang membahayakan keselamatan umum, penyidik dapat menerapkan ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait tindak pidana yang membahayakan keamanan publik. 

Namun, karena pelaku masih berusia 18 tahun dan status hukumnya akan dipastikan berdasarkan usia saat kejadian, proses penanganan tetap mempertimbangkan ketentuan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) apabila syarat penerapannya terpenuhi.

Polda Sumatera Barat bersama Densus 88 menegaskan penyelidikan masih terus berlangsung. 

Aparat memastikan seluruh pengakuan pelaku, termasuk dugaan motif perundungan, aktivitas di grup daring, serta inspirasi dari kasus bom sekolah sebelumnya, masih dalam tahap verifikasi agar penanganan perkara dilakukan berdasarkan fakta hukum yang utuh. (udn)
 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:12
01:26
05:21
06:10
00:56
04:23

Viral