news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kepala Bappisus Aris Marsudiyanto (tengah) bersama Ketua MRPTNI Eduart Wolok dalam konferensi pers usai membahas penguatan peran perguruan tinggi dalam mendukung program strategis pemerintah..
Sumber :
  • Istimewa

MRPTNI dan Bappisus Bahas Peran Kampus untuk Jadi Mitra Pemerintah, Program Prioritas Butuh Dukungan Data dan Riset

Pemerintah membuka ruang seluas-luasnya terhadap kampus, dosen, pakar, dan peneliti untuk memberi masukan dalam terkait dengan kebijakan strategis nasional.
Rabu, 22 Juli 2026 - 23:56 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) bersama Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) menggelar Diskusi Kebangsaan Chapter 1, Rabu (22/7/2026). 

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 yang dibuka langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Jumat, 26 Juni 2026.

Salah satu yang menjadi pembahasan yaitu mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan prioritas dari pemerintah. 

"Diskusi Kebangsaan ini adalah tindak lanjut dari semangat yang dibangun Bapak Presiden dalam Sarasehan KSTI 2026," ucap Ketua MRPTNI, Eduart Wolok. 

Menurutnya, dukungan yang diberikan yakni dengan penguatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini beberapa perguruan tinggi mengembangkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berbasis kampus.

"MBG bukan lebih penting dari pendidikan, tetapi menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui perbaikan kualitas SDM," jelasnya. 

Di sisi lain Kepala Bappisus Aris Marsudiyanto menuturkan, Diskusi Kebangsaan ini merupakan wujud keterbukaan Pemerintah terhadap komunitas akademik khususnya kampus, dosen, pakar, dan peneliti dalam proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan-kebijakan strategis nasional. 

Melalui forum semacam ini, Pemerintah menegaskan komitmennya untuk senantiasa mengimplementasikan kebijakan yang berbasis data, bukti, dan rasionalitas akademik-ilmiah, sejalan dengan semangat yang telah dibangun dalam Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026.

"Pemerintah membutuhkan mitra yang mampu memberi masukan berbasis data dan riset, bukan sekadar wacana. Perguruan Tinggi Negeri memiliki modal itu. Melalui BAPPISUS, kami ingin memastikan gagasan-gagasan strategis dari para rektor dan peneliti ini tidak berhenti di ruang diskusi, tetapi benar-benar terhubung dengan proses eksekusi kebijakan lintas Kementerian dan Lembaga," ujarnya.

Lebih jauh, Aris Marsudiyanto menekankan bahwa kampus harus mengembalikan fungsinya sebagai forum akademik yang menghasilkan berbagai penemuan inovatif dan kreatif, serta menciptakan terobosan ilmu yang terukur dan akurat melalui riset.

Menurutnya, kampus tidak boleh sekadar menjadi tempat mencari ilmu, tetapi juga wadah pembinaan tunas-tunas bangsa yang berkarakter, bermoral, dan memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi, sehingga kampus dapat memberikan contoh terbaik bagi masyarakat. 

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:09
00:49
01:16
05:05
05:32
05:41

Viral