- (Pixabay)
Meski Ekonomi Global Bergejolak Minat Liburan Warga ASEAN Tetap Tinggi, Ini Polanya
Tren tersebut menunjukkan bahwa wisatawan kini lebih mengutamakan efisiensi waktu dan biaya tanpa harus mengurangi kualitas pengalaman berlibur. Destinasi regional dinilai mampu memenuhi kebutuhan tersebut karena lebih mudah dijangkau dan menawarkan beragam pilihan atraksi wisata.
Kebiasaan merencanakan perjalanan jauh sebelum hari keberangkatan juga semakin menguat. Data menunjukkan semakin banyak wisatawan yang memesan tiket lebih dari 120 hari sebelum jadwal keberangkatan. Langkah tersebut dinilai sebagai strategi untuk memperoleh harga yang lebih kompetitif sekaligus memastikan ketersediaan tiket dan akomodasi.
Untuk paruh kedua 2026, Malaysia, Thailand, Indonesia, Jepang, dan Filipina diperkirakan masih menjadi destinasi favorit wisatawan. Konektivitas penerbangan yang semakin baik serta beragam pilihan destinasi menjadi faktor yang mendorong tingginya minat masyarakat untuk berkunjung ke negara-negara tersebut.
Sementara itu, dari sisi demografi, generasi produktif masih menjadi penggerak utama industri perjalanan. Kalangan milenial tercatat menyumbang sekitar 43 persen dari total pemesanan perjalanan, sedangkan Generasi Z berkontribusi sebesar 23 persen.
Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas bepergian masih menjadi bagian penting dari gaya hidup kedua generasi tersebut. Namun, dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, mereka kini cenderung lebih rasional dalam mengambil keputusan dengan mempertimbangkan anggaran, waktu, serta manfaat yang diperoleh dari setiap perjalanan. (cmi)