- tvOne/Summaya Adnan
Patung Jenderal Sudirman Bakal Punya Galeri Sejarah di Pedestrian Deck
tvOnenews.com - Sempat diwarnai isu pembongkaran, Patung Jenderal Sudirman justru bakal dipoles menjadi pusat daya tarik utama dalam proyek Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jakarta Selatan. Pihak PT MRT Jakarta (Perseroda) menegaskan, keberadaan jembatan melingkar tersebut dirancang untuk memberikan sudut pandang baru bagi publik dalam menikmati ikon bersejarah tersebut.
Advisor Program Management Office Division PT MRT Jakarta, Agus Trihan, menjelaskan bahwa kehadiran Pedestrian Deck ini menciptakan area terbuka estetik yang memberi nilai tambah bagi pejalan kaki.
“Dulu kan sempat ada rumor-rumor Patung Sudirman mau dibongkar. Justru sekarang kita membuat—kalau istilah arsitek yang keren itu—‘ruang bernapas’, jadi masyarakat bisa menikmati Patung Sudirman dari atas Pedestrian Deck,” ujar Agus Trihan di Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Fasilitas Galeri Sejarah dan Strategi Cegah Bottleneck
Untuk memperkuat nilai edukasi, MRT Jakarta akan menghadirkan Galeri Sejarah di jembatan berbentuk lingkaran itu. Galeri ini akan menyajikan informasi lengkap mengenai rekam jejak Jenderal Sudirman serta latar belakang pembangunan patung legendaris tersebut. Para pelintas maupun pengunjung nantinya bisa berswafoto (selfie) dengan latar belakang Patung Jenderal Sudirman atau sekadar menikmati pemandangan jalan protokol ibu kota.
Unruk mengantisipasi penumpukan massa atau efek bottleneck akibat hadirnya spot edukasi dan swafoto tersebut, desain jembatan telah dirancang lebih lebar di kuadran utara dan selatan.
“Jadi misal di jalur utama itu lebarnya sekitar 4–5 meter, di daerah utara dan selatan itu kita buat sekitar 7 meter. Jadi tidak terjadi bottleneck bagi pejalan kaki yang ingin berpindah moda,” kata Agus.
Spesifikasi Teknis: Kuat, Ramah Difabel, dan Aman
Dari segi arsitektur dan keselamatan fisik, Pedestrian Deck Dukuh Atas menggunakan struktur baja ringan dengan diameter 100 meter. Jembatan ini memiliki ketinggian sekitar 8 meter dari permukaan Jalan Sudirman, sehingga tetap memberikan ruang aman yang cukup untuk melintasnya armada pemadam kebakaran.
Meski mengutamakan estetika, aspek kekuatan jembatan digarap sangat serius dengan kapasitas beban hingga 500 kilogram per meter persegi. Infrastruktur ini juga dirancang ramah difabel dengan penyediaan fasilitas elevator (lift) dan eskalator di empat kuadran utama yaitu, GRHA BNI, The Landmark Center, Pertokoan Blora dan Stasiun MRT Dukuh Atas.