- ist
Gelar Sarjana Tak Lagi Cukup? Tantangan Lulusan Unwiku Menghadapi Persaingan Kerja dan Era AI
Langkah tersebut penting agar pengetahuan yang diperoleh selama kuliah dapat diterapkan untuk menyelesaikan persoalan konkret.
Karena itu, proses belajar idealnya tidak berhenti ketika mahasiswa menyelesaikan tugas akhir atau menerima ijazah. Perubahan kebutuhan industri membuat peningkatan keterampilan perlu menjadi bagian dari perjalanan profesional.
Era AI Membuat Kemampuan Beradaptasi Semakin Penting
Kehadiran AI generatif telah mempermudah sejumlah pekerjaan, mulai dari menyusun draf dokumen dan merangkum informasi hingga membantu analisis data awal. Namun, hasil yang dihasilkan teknologi tetap membutuhkan pemeriksaan, penilaian kritis, dan tanggung jawab manusia.
WEF dalam laporan Future of Jobs 2025 menempatkan AI dan big data sebagai kelompok keterampilan yang semakin penting bagi dunia kerja. Literasi teknologi, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi juga menjadi bagian dari kompetensi yang perlu dikembangkan.
Bagi lulusan baru, kondisi ini berarti penguasaan teknologi perlu disertai kemampuan memeriksa keakuratan informasi, menjaga kerahasiaan data, dan memahami batas penggunaan sistem otomatis. Kemampuan berkomunikasi, bekerja dalam tim, serta mengambil keputusan secara bertanggung jawab tetap diperlukan karena pekerjaan tidak hanya berkaitan dengan perangkat digital, tetapi juga dengan manusia.
Pesan mengenai pentingnya beradaptasi turut disampaikan Rektor Universitas Wijayakusuma (Unwiku) Purwokerto, Dr. H. Heru Cahyo, M.Si., dalam Sidang Terbuka Senat Wisuda Sarjana Ke-65 pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
Ia mengingatkan para lulusan agar mampu menghadapi perubahan dunia kerja, perkembangan teknologi, dan persaingan yang semakin kompetitif. Menurutnya, gelar akademik perlu disertai kemauan untuk terus belajar, kemampuan beradaptasi, integritas, dan karakter yang kuat.
"Jangan pernah berhenti menjadi pembelajar. Ketika teknologi berubah, belajarlah. Ketika dunia berubah, beradaptasilah. Ketika menghadapi kesulitan, jangan menyerah. Dan ketika memperoleh keberhasilan, jangan lupa untuk berbagi," tuturnya.
Pernyataan tersebut menekankan bahwa kesiapan menghadapi dunia kerja merupakan proses berkelanjutan. Lulusan perlu terbuka terhadap pelatihan, pembelajaran mandiri, dan pengalaman baru agar keterampilannya tetap relevan dengan kebutuhan profesi.
Wisuda Bukan Akhir Perjalanan, Kontribusi Lulusan Jadi Ukuran Penting
Pentingnya menerapkan ilmu dan memberikan manfaat kepada masyarakat juga menjadi pesan Ketua Umum Panitia Wisuda Ke-65, Dr. Iskatrinah, S.H., M.Hum. Ia berharap kelulusan menjadi titik awal bagi para sarjana untuk mengembangkan kemampuan dan memberikan kontribusi nyata.