- ist
Gelar Sarjana Tak Lagi Cukup? Tantangan Lulusan Unwiku Menghadapi Persaingan Kerja dan Era AI
"Nilai sejati seorang sarjana bukan terletak pada gelar yang disandang, melainkan pada perubahan yang diwujudkan dan manfaat yang ditinggalkan bagi kehidupan," ujarnya.
Pandangan tersebut sejalan dengan penekanan Rektor Unwiku bahwa keberhasilan perguruan tinggi tidak cukup diukur berdasarkan jumlah lulusan. Dampak yang dihasilkan alumni melalui pekerjaan, penelitian, pengabdian, maupun keterlibatan dalam menyelesaikan persoalan masyarakat juga menjadi bagian penting.
"Ukuran keberhasilan sebuah perguruan tinggi bukan hanya berapa banyak lulusan yang dihasilkan, tetapi juga seberapa besar kontribusi para lulusannya bagi masyarakat dan bangsa," ujar Heru.
Dari sisi wisudawan, Ifdal Rouf, S.Ars., lulusan Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik, mengingatkan rekan-rekannya agar tidak menjadikan pencapaian orang lain sebagai ukuran keberhasilan diri sendiri. Menurutnya, setiap orang memiliki perjalanan dan waktu keberhasilan yang berbeda.
"Berbagai tantangan, tugas, dan pengalaman telah membentuk mahasiswa menjadi pribadi yang lebih matang. Menurutnya, kelulusan bukan sekadar pencapaian gelar, melainkan juga bekal ilmu, pengalaman, dan pelajaran hidup untuk menghadapi masa depan," demikian keterangan dalam artikel sumber mengenai pesan Ifdal.
Ia juga mendorong para lulusan untuk terus belajar, berani mencoba kembali ketika menghadapi kegagalan, dan menjadikan gelar akademik sebagai tanggung jawab untuk memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Pesan-pesan tersebut disampaikan dalam wisuda yang melepas 459 sarjana Unwiku dari sembilan program studi. Berdasarkan laporan panitia, lulusan terdiri atas Ilmu Hukum sebanyak 34 orang, Ilmu Administrasi Publik 10 orang, Manajemen 119 orang, Ekonomi Pembangunan 50 orang, Akuntansi 34 orang, Teknik Sipil 113 orang, Arsitektur 33 orang, Teknik Elektro 21 orang, serta Peternakan 45 orang.
Lulusan Manajemen menjadi kelompok terbesar dengan 119 orang, disusul Teknik Sipil sebanyak 113 orang. Dengan tambahan tersebut, jumlah alumni Unwiku Purwokerto mencapai 22.794 orang.
Namun, di tengah perubahan teknologi dan persaingan kerja, jumlah lulusan bukan satu-satunya tolok ukur keberhasilan pendidikan tinggi. Kemampuan alumni menerapkan ilmu, memperbarui keterampilan, menjaga integritas, dan menjawab kebutuhan masyarakat menjadi bagian penting dari kontribusi mereka setelah meninggalkan bangku kuliah. (udn)