- Tangkapan layar instagram
Viral Penumpang KRL Tak Sengaja Tekan Tombol SOS, Gerbong Mendadak Panik!
tvOnenews.com - Suasana perjalanan pagi menggunakan KRL biasanya dipenuhi aktivitas penumpang yang bersiap menuju tempat kerja atau sekolah.
Namun, situasi di dalam gerbong bisa berubah dalam hitungan detik ketika sebuah alarm berbunyi tiba-tiba. Itulah yang terjadi saat seorang pria tanpa sengaja menekan tombol SOS di dalam Commuter Line rute Bogor–Jakarta.
Video kejadian tersebut menjadi perhatian setelah memperlihatkan bunyi sinyal darurat yang mengejutkan penumpang lain. Alarm yang aktif membuat suasana gerbong mendadak ramai karena sebagian penumpang tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Kekhawatiran muncul lantaran tombol SOS identik dengan kondisi berbahaya yang membutuhkan penanganan segera.
Peristiwa ini sekaligus mengingatkan masyarakat bahwa fasilitas keselamatan di transportasi umum bukan sekadar pelengkap.
Tombol darurat memiliki fungsi penting untuk membantu penumpang melaporkan keadaan yang membutuhkan perhatian petugas. Lantas, bagaimana kronologi kejadian tersebut, apa fungsi tombol SOS di KRL, dan kapan fasilitas itu seharusnya digunakan?
Kronologi Tombol SOS KRL Tak Sengaja Tertekan di Citayam
Insiden tersebut terjadi pada Kamis (22/10/2026) pagi, ketika Commuter Line nomor 1219 dengan relasi Bogor–Jakarta Kota berada di Stasiun Citayam. Seorang penumpang dilaporkan tidak sengaja menekan tombol darurat saat mencari pegangan di dalam rangkaian kereta.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menjelaskan bahwa kejadian tersebut bukan dipicu oleh gangguan perjalanan maupun keadaan darurat yang sesungguhnya.
“Dapat kami sampaikan bahwa kejadian tersebut merupakan ketidaksengajaan salah seorang pengguna yang menekan tombol darurat saat mencari pegangan di dalam rangkaian Commuter Line No.1219 relasi Bogor-Jakarta Kota,” kata Leza Arlan, Kamis (22/10/2026).
Setelah tombol tertekan, sinyal SOS berbunyi dan menarik perhatian pengguna kereta lainnya. Petugas pengamanan kereta api atau PAM Walka kemudian segera menuju kereta kelima dalam rangkaian tersebut untuk memeriksa situasi.
Dari hasil pemeriksaan, petugas memastikan tidak ditemukan kondisi darurat yang mengharuskan penanganan khusus. Dengan demikian, alarm yang sempat memicu kekhawatiran penumpang diketahui berasal dari tombol yang tertekan secara tidak sengaja.
Setelah rangkaian tiba di Stasiun Jakarta Kota, petugas perawatan sarana melanjutkan penanganan terhadap alarm tersebut.