news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Situasi kabut asap mulai ganggu jarak pandang pengendara..
Sumber :
  • Tim tvOne/Berkat

Kalteng Hadapi Kabut Asap, 4 Bus Dinas Pendidikan Dialihfungsikan Jadi Bus Keliling Oksigen Gratis

Kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah memunculkan kabut asap, yang bisa mengganggu aktivitas masyarakat. Bahkan kebutuhan oksigen pun dibutuhkan.
Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:10 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvonenews.com- Kalimantan Tengah masih dilanda kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Pemprov hadirkan Bus keliling oksigen gratis untuk masyarakat.

Empat Bus Dinas Pendidikan (Disdik) pun dialihfungsikan guna memenuhi kebutuhan oksigen gratis untuk masyarakat di Kota Palangka Raya dan sekitarnya.

Melansir laman resmi disdik Kalteng, pada Sabtu (24/10/2026), disampaikan langkah ini menjadi bentuk respons terhadap kondisi kualitas udara yang memburuk akibat kabut asap.

"Kendaraan yang sebelumnya digunakan untuk mendukung kegiatan di sektor pendidikan, kini dimanfaatkan untuk membantu masyarakat memperoleh akses oksigen secara gratis, terutama ketika paparan asap mulai mengganggu kenyamanan dan kesehatan pernapasan," bunyi keterangan dalam situs resmi disdikkalteng.

Bus Keliling Oksigen Gratis di kalteng
Sumber :
  • disdik.kalteng.go.id

Dengan kehadiran bus ini, diharapkan bisa jadi salah satu bentuk dukungan nyata dalam menghadapi kondisi udara yang tidak sehat.

Terlebih untuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan perlu mendapatkan perhatian lebih ketika kabut asap semakin pekat.

Sehubungan dengan kabut asap di Kalimantan Tengah ini, wilayah Kabupaten Kapuas menjadi daerah yang terbakar tertinggi harian, dengan mencapai 38 hektar dari 9 kejadian karhutla.

Disusul Kabupaten Barito Selatan seluas 19,23 hektar (6 kejadian), Kota Palangka Raya seluas 15,95 hektar (12 kejadian), dan Kabupaten Seruyan seluas 11,43 hektar (8 kejadian).

Berdasarkan data secara akumulatif, sejak 1 Januari hingga 18 Oktober 2026, total hotspot yang terdeteksi di seluruh wilayah Kalimantan Tengah telah menembus 325.412 titik dengan total 6.639 kejadian karhutla.

Sementara luas lahan terbakar, berdasarkan laporan lapangan kabupaten/kota diperkirakan telah mencapai 19.502,65 hektar.

Pemprov dan BPB dan pihak terkait sudah menurunkan tim sebanyak 16.387 personel gabungan disiagakan di lapangan. Pemadaman juga didukung oleh 7 unit helikopter water bombing serta 1 unit pesawat OMC/Patroli.

Di sisi lain, juga adanya tindakan tegas dilakukan terhadap pelaku pembakaran lahan dengan 53 kasus penegakan hukum yang kini tengah diproses.

"Kami terus mengoptimalkan pengerahan seluruh personel gabungan dan armada pemadam, baik darat maupun udara, untuk menangani titik api yang muncul di wilayah Kalteng. Sinergi antara Satgas, instansi terkait, dan masyarakat sangat krusial demi mewujudkan komitmen Kalteng Bebas Kabut Asap 2026," tegas Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, dikutip dari laman mmc.kalteng.go.id, Sabtu (24/10/2026).

Dampak dari karhutla ini, memunculkan kabut asap yang memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat dan aktivitas belajar mengajar.

Berdasarkan data dari mmc Kalteng, Pada minggu ketiga Oktober 2026, tercatat sebanyak 5.916 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) baru.

Sehingga akumulasi kasus ISPA sejak awal tahun mencapai 121.220 kasus. Selain itu, dilaporkan pula 1.163 kasus diare pada pekan ini.(klw)

 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral