news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi perundungan..
Sumber :
  • Istimewa

Belasan Siswi SMP Negeri 10 Ciputat Diduga Dibully Kakak Kelas, 3 Orang Masuk Rumah Sakit Usai Dicekoki Minuman

Berdasarkan keterangan sesama siswa, minuman racikan yang dipaksa masuk ke tubuh para korban bullying kakak kelas itu mengandung cuka, bawang putih, serta kopi.
Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:57 WIB
Reporter:
Editor :

Tangerang, tvOnenews.com - Belasan siswi kelas VIII SMP Negeri 10 Ciputat diduga mengalami perundungan (bullying) hingga pemerasan oleh oknum kakak kelasnya.

Dugaan bullying itu diungkap langsung oleh salah satu orang tua korban, Setiawan. 

Ia mengungkapkan bahwa sedikitnya ada 14 siswi yang diduga menjadi korban bullying oleh sejumlah senior atau kakak kelas mereka.

Bahkan, Setiawan mengatakan akibat peristiwa tersebut, tiga dari 14 korban harus menjalani perawatan medis di rumah sakit usai dipaksa mengonsumsi minuman berisi racikan bahan tertentu.

Ilustrasi stop bullying
Sumber :
  • Istimewa

"Ternyata anak kita dicekokin oleh kakak-kakak kelasnya. Korbannya bukan anak saya saja, ada 13 orang lainnya dan tiga orang sampai dirawat di rumah sakit," katanya.

Ia bilang, berdasarkan keterangan sesama siswa, minuman racikan yang dipaksa masuk ke tubuh para korban mengandung cuka, bawang putih, serta kopi.

Namun, keluarga menduga ada campuran bahan berbahaya lain yang memicu reaksi sakit perut parah hingga memerlukan penanganan medis mendalam.

Selain tindakan intimidasi fisik dan pemaksaan, para pelaku yang merupakan kakak kelas tersebut diduga melakukan pemerasan terhadap belasan siswi tersebut.

"Selain itu, anak-anak juga dimintai uang dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp5.000 hingga Rp10.000," ujarnya.

Setiawan berharap, dari insiden ini agar adanya sanksi tegas maupun langkah konkret dari manajemen sekolah terhadap para terduga pelaku, meski para orang tua korban telah dikumpulkan dalam rapat pembahasan bersama pihak sekolah.

"Saat ini yang kita inginkan sebenarnya ada punishment dari sekolah. Kami kecewa karena sampai sekarang belum ada sanksi yang membuat orang tua merasa tenang. Kalau tidak diputus rantainya dari sekarang, kejadian seperti ini bisa terus turun-temurun," pungkasnya. (ant)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral