news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Jika Megatsunami Greenland Berulang, Ini Risiko Serius bagi Indonesia dan Dunia.
Sumber :
  • Istimewa

Jika Megatsunami Greenland Berulang, Ini Risiko Serius bagi Indonesia dan Dunia

Megatsunami di Greenland berpotensi terjadi berulang akibat krisis iklim. Dampaknya bisa menjalar global, termasuk ke Indonesia lewat iklim ekstrem dan ekonomi.
Jumat, 30 Januari 2026 - 09:00 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Fenomena megatsunami di Greenland yang melibatkan gelombang raksasa setinggi sekitar 200 meter bukan sekadar bencana lokal. Para ilmuwan menilai, jika megatsunami Greenland terus terjadi akibat krisis iklim dan longsor besar di wilayah fjord, dampaknya dapat menjalar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Ancaman ini bukan hanya soal gelombang laut, tetapi juga stabilitas iklim global, ekonomi, hingga keamanan pangan.

Megatsunami tersebut dipicu oleh longsor masif di Dickson Fjord, Greenland Timur, ketika sekitar 25 juta meter kubik batu dan es runtuh dari lereng gunung ke laut. Hantaman ini memicu megatsunami yang energinya terperangkap di fjord sempit, menyebabkan getaran seismik global selama sembilan hari. Peristiwa ini menjadi salah satu megatsunami paling ekstrem dalam sejarah modern yang pernah tercatat ilmiah.

Jika Megatsunami Terus Terjadi, Apa Dampaknya bagi Dunia?

Para ahli memperingatkan bahwa mencairnya es di wilayah kutub akibat pemanasan global membuat risiko longsor besar semakin tinggi. Jika megatsunami Greenland terus berulang, dunia bisa menghadapi sejumlah dampak serius:

  1. Gangguan Jalur Pelayaran Internasional
    Megatsunami di wilayah Arktik berpotensi merusak pelabuhan, pangkalan riset, hingga rute pelayaran lintas utara yang semakin ramai akibat mencairnya es. Gangguan ini bisa memicu keterlambatan distribusi energi, pangan, dan barang industri ke berbagai belahan dunia.

  2. Efek Domino pada Sistem Iklim Global
    Setiap megatsunami besar di kawasan kutub berpotensi mengganggu stabilitas lapisan es dan arus laut. Jika terjadi berulang, perubahan ini bisa mempercepat kenaikan muka air laut global dan memperburuk anomali iklim di berbagai kawasan tropis maupun subtropis.

  3. Peningkatan Risiko Bencana Laut Global
    Meski megatsunami Greenland terjadi di fjord sempit, para ilmuwan khawatir energi besar yang dilepaskan secara berulang dapat memicu ketidakstabilan geologis di wilayah pesisir lainnya, meningkatkan risiko tsunami dan bencana laut di berbagai belahan dunia.

Dampak Tidak Langsung Megatsunami bagi Indonesia

Meski Indonesia berada jauh dari Greenland, para ahli menilai megatsunami global tetap berpotensi memengaruhi Tanah Air, terutama melalui perubahan iklim dan dinamika laut dunia.

  1. Ancaman Kenaikan Muka Laut di Pesisir Indonesia
    Jika megatsunami Greenland berulang akibat mencairnya lapisan es kutub, percepatan pencairan gletser global dapat meningkatkan volume air laut dunia. Indonesia sebagai negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia sangat rentan terhadap kenaikan muka laut, abrasi, dan banjir rob.

  2. Cuaca Ekstrem dan Ketidakstabilan Iklim
    Perubahan besar di kawasan kutub dapat memengaruhi pola arus laut dan atmosfer global. Dampaknya, Indonesia bisa menghadapi musim hujan yang semakin ekstrem, gelombang panas berkepanjangan, hingga kekeringan yang mengganggu pertanian dan ketahanan pangan.

  3. Risiko Ekonomi dan Logistik Global
    Jika megatsunami dunia mengganggu jalur perdagangan internasional, Indonesia sebagai negara perdagangan terbuka berpotensi terkena imbas lewat naiknya biaya logistik, terganggunya pasokan energi, serta fluktuasi harga komoditas.

  4. Peningkatan Ancaman Bencana Laut Regional
    Meski megatsunami Greenland tidak akan langsung mencapai Indonesia, para pakar memperingatkan bahwa perubahan besar di sistem laut dunia dapat memperburuk dinamika tektonik dan oseanografi di kawasan Pasifik dan Indo-Pasifik, wilayah yang memang rawan tsunami.

Megatsunami dan Bukti Nyata Krisis Iklim

Penelitian internasional yang melibatkan puluhan ilmuwan menyimpulkan bahwa megatsunami Greenland berkaitan erat dengan pemanasan global. Selama beberapa dekade, gletser di kaki gunung terus menipis akibat kenaikan suhu ekstrem. Es yang sebelumnya menjadi “penyangga alami” lereng kini kehilangan kekuatan, membuat longsor besar semakin mudah terjadi dan memicu megatsunami.

Fenomena ini juga memperlihatkan bahwa krisis iklim bukan lagi sekadar ancaman masa depan, melainkan sudah menciptakan bencana baru yang belum pernah dialami manusia sebelumnya, termasuk megatsunami raksasa dengan dampak lintas benua.

Alarm bagi Indonesia dan Dunia

Jika megatsunami Greenland terus berulang, dunia tidak hanya menghadapi risiko bencana laut ekstrem, tetapi juga ketidakpastian iklim global yang lebih luas. Bagi Indonesia, dampaknya bisa muncul dalam bentuk kenaikan muka laut, cuaca ekstrem, gangguan pangan, hingga tekanan ekonomi akibat disrupsi perdagangan global.

Para ilmuwan menegaskan, satu-satunya cara menekan risiko megatsunami dunia adalah dengan memperlambat laju pemanasan global melalui pengurangan emisi karbon dan perlindungan ekosistem es kutub. Tanpa langkah serius, megatsunami bukan lagi sekadar fenomena langka, melainkan ancaman nyata yang bisa mengubah keseimbangan alam dan kehidupan manusia di seluruh planet, termasuk Indonesia. (nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

19:29
08:55
11:03
01:12
01:35
02:28

Viral