news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Iran Berkabung 40 Hari karena Ayatollah Ali Khamenei Wafat, Dikenal sebagai Sosok Pemimpin yang Berani.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Natania Longdong

Profil Ali Khamenei yang Mati Syahid Diserang Israel-AS, Menentang Kebijakan Anti Islam Sejak Muda

Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei mati dalam keadaan syahid, karena diserang Israel-AS. Sontak, tokoh itu menjadi pusat perhatian global. Lantas, bagiamana
Senin, 2 Maret 2026 - 02:05 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei mati dalam keadaan syahid, karena diserang Israel-AS. Sontak, tokoh itu menjadi pusat perhatian global. 

Lantas, bagiamana profil dan jejak hidupnya di dunia perpolitikan dunia?

Ali Khamenei bukanlah figur baru dalam panggung politik global. 

Lahir di kota suci Mashhad pada 19 April 1939, Khamenei tumbuh dalam keluarga religius. 

Ia merupakan putra kedua dari Sayyed Javad Khamenei, seorang ulama yang dikenal hidup sederhana dan menanamkan nilai keagamaan kuat kepada anak-anaknya.

Sejak muda, Khamenei telah terpapar pemikiran perlawanan terhadap rezim Shah yang kala itu berkuasa di Iran. 

Saat remaja, ia mendengar pidato Nawwab Safavi yang menentang kebijakan Shah yang dinilai anti Islam

Momen tersebut menjadi titik awal keterlibatannya dalam gerakan revolusioner. 

Pada 1962, Khamenei bergabung dengan barisan pendukung Ruhollah Khomeini, tokoh sentral Revolusi Islam Iran. 

Selama sekitar 16 tahun, ia aktif dalam gerakan bawah tanah yang menentang pemerintahan Shah. 

Aktivitas politiknya membuat Khamenei beberapa kali ditangkap dan dipenjara, termasuk di Penjara Gabungan Polisi-SAVAK di Teheran. 

Bahkan Ali KhameneiAli Khamenei juga sempat diasingkan dan dilarang berceramah karena dinilai membahayakan rezim.

Meski menghadapi tekanan dan ancaman, Khamenei tidak surut langkah. Setelah Revolusi Islam 1979 menggulingkan Shah, ia menjadi salah satu figur penting dalam struktur pemerintahan baru.

Karier politiknya terus menanjak hingga menjabat sebagai Presiden Iran pada era perang Iran-Irak di dekade 1980-an.

Tonggak penting dalam hidupnya terjadi pada 1989, ketika ia ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan Ayatollah Ruhollah Khomeini yang wafat. 

Sejak saat itu, Khamenei memegang otoritas tertinggi di Iran, mengawasi kebijakan politik, militer, dan keagamaan negara tersebut.

Di bawah kepemimpinannya, Iran memperkuat aparat militer dan paramiliter sebagai bagian dari strategi pertahanan nasional. 

Sikapnya yang tegas terhadap Amerika Serikat dan Israel turut membentuk dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah selama lebih dari tiga dekade.

Kini, dengan kabar wafatnya, Iran menghadapi babak baru dalam sejarah politiknya. 

Sosok Ali Khamenei akan dikenang sebagai figur sentral dalam perjalanan Republik Islam Iran—seorang ulama sekaligus pemimpin politik yang memainkan peran besar dalam membentuk arah negara tersebut sejak era revolusi hingga kini. (aag)
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:35
02:39
01:06
04:15
02:02
08:19

Viral