news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dari Ulama ke Kursi Transisi Kekuasaan: Siapa Ayatollah Arafi, Figur Kunci Iran Pasca Khamenei?.
Sumber :
  • Istimewa

Dari Pendidikan Syiah ke Kursi Transisi Negara: Jejak Karier Ayatollah Arafi

Mengenal Ayatollah Alireza Arafi, ulama senior Iran yang memimpin transisi pasca-wafatnya Khamenei dan berperan penting menjaga stabilitas negara.
Senin, 2 Maret 2026 - 08:30 WIB
Reporter:
Editor :

Teheran, tvOnenews.com - Ia tak dikenal lewat panggung politik elektoral, namun justru berdiri di jantung kekuasaan keagamaan Iran. Ayatollah Alireza Arafi kini memegang peran krusial dalam salah satu fase paling menentukan sepanjang sejarah Republik Islam Iran.

Iran memasuki babak baru sejarah politiknya pada awal 2026. Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan udara di Teheran mengguncang tatanan kekuasaan di negara tersebut. Di tengah situasi genting dan tekanan geopolitik global, satu nama mencuat sebagai figur penjaga stabilitas transisi: Ayatollah Alireza Arafi.

Ayatollah Alireza Arafi, lahir pada 1959 di Meybod, Provinsi Yazd, bukanlah tokoh yang kerap menghiasi headline politik internasional. Namun rekam jejaknya di balik layar justru menjadikannya sosok yang dipercaya untuk mengisi kekosongan kepemimpinan tertinggi Iran, meski bersifat sementara. Penunjukan Arafi menegaskan bahwa jalur birokrasi keagamaan dan kelembagaan tetap menjadi tulang punggung sistem politik Iran.

Akar Kehidupan dan Pendidikan Keagamaan

Arafi tumbuh dalam lingkungan keluarga ulama. Sejak usia muda, ia menempuh pendidikan keagamaan di kota Qom, pusat studi Islam Syiah yang menjadi jantung intelektual Republik Islam Iran. Di kota inilah Arafi meniti jalan panjang keilmuan hingga mencapai derajat Mujtahid, tingkat tertinggi yang memungkinkan seorang ulama mengeluarkan fatwa secara independen.

Pendidikan dan formasi intelektualnya membentuk karakter Arafi sebagai teknokrat keagamaan. Ia lebih dikenal sebagai organisator, akademisi, dan administrator institusi ketimbang orator politik. Ciri ini kelak menjadi nilai tambah di mata elite Iran yang menginginkan figur stabil, tenang, dan berpengalaman dalam masa transisi.

Karier Kelembagaan yang Konsisten

Nama Arafi mulai dikenal luas saat ia dipercaya memimpin sistem seminari nasional Iran. Jabatan ini memberinya kewenangan besar dalam mengatur kurikulum, arah ideologis, dan manajemen ribuan pusat pendidikan keagamaan di seluruh Iran.

Puncak kiprahnya di dunia akademik terlihat ketika ia menjabat sebagai pimpinan Universitas Internasional Al-Mustafa pada periode 2009–2018. Lembaga ini dikenal sebagai pusat pendidikan ulama internasional, dengan mahasiswa dari puluhan negara. Di bawah kepemimpinannya, Al-Mustafa menjadi instrumen penting diplomasi keagamaan Iran di tingkat global.

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:06
02:00
31:29
06:07
02:10:05
06:57

Viral