- ANTARA
Dua Penerbangan Indonesia Terdampak Insiden Drone di UEA, Ratusan Penumpang Dialihkan dari Dubai
Heni Hamidah menegaskan bahwa kondisi WNI tetap dalam keadaan aman dan terpantau. Pemerintah Indonesia melalui perwakilan di UEA terus melakukan pemantauan secara intensif untuk memastikan tidak ada dampak lanjutan yang merugikan WNI.
Koordinasi Intensif dengan Otoritas Setempat
Kemlu RI juga memastikan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di UEA terus berkoordinasi dengan otoritas setempat, termasuk pihak bandara dan maskapai penerbangan. Koordinasi ini bertujuan untuk memastikan kelancaran perjalanan penumpang serta memberikan perlindungan maksimal bagi WNI.
Langkah ini dinilai penting mengingat situasi keamanan dan penerbangan dapat berubah dengan cepat, terutama dalam kondisi darurat seperti insiden drone.
Ruang Udara Sempat Ditutup, Kini Kembali Dibuka
Otoritas penerbangan sipil UEA, General Civil Aviation Authority (GCAA), sebelumnya mengumumkan penangguhan sementara penerbangan di Bandara Internasional Dubai. Keputusan tersebut diambil sebagai langkah preventif menyusul kebakaran pada tangki bahan bakar di dekat bandara yang diduga dipicu oleh serangan drone.
Meski demikian, situasi kini dilaporkan telah berangsur normal. Kantor berita resmi UEA menyebutkan bahwa ruang udara telah kembali dibuka setelah kondisi dinilai aman dan terkendali.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun peristiwa ini menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan penerbangan internasional.
Keselamatan Jadi Prioritas Utama
Insiden ini kembali menegaskan pentingnya sistem keamanan penerbangan yang responsif terhadap ancaman, termasuk dari teknologi seperti drone. Meski gangguan yang terjadi bersifat sementara, dampaknya cukup luas, terutama bagi penumpang internasional.
Pemerintah Indonesia melalui Kemlu RI memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan siap memberikan bantuan jika diperlukan. WNI yang berada di wilayah terdampak juga diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan otoritas setempat.
Dengan kondisi yang mulai membaik, aktivitas penerbangan diharapkan dapat kembali normal sepenuhnya dalam waktu dekat. (nsp)