- REUTERS
Gempa Magnitudo 7,2 Guncang Jepang: Sekolah Diliburkan, Layanan Shinkansen Sempat Terhenti
Jakarta, tvOnenews.com - Aktivitas pagi di wilayah timur laut Jepang terganggu pada Kamis (25/6) pukul 07.30 waktu setempat, setelah gempa bumi kuat bermagnitudo 7,2 melanda lepas pantai Prefektur Iwate.
Guncangan yang bersumber di kedalaman 44 kilometer tersebut berdampak pada penutupan puluhan sekolah, penghentian sementara transportasi publik, dan mengakibatkan setidaknya empat warga mengalami luka-luka.
Berdasarkan data Badan Meteorologi Jepang (JMA), gempa ini tidak memicu ancaman tsunami.
Namun, intensitas guncangan tercatat sangat kuat di Prefektur Aomori, mencapai skala 6 atas di wilayah Hashikami dan 6 bawah di Hachinohe.
Menurut JMA, pada level intensitas 6 atas, seseorang mustahil bisa berdiri tegak bahkan harus merangkak untuk berpindah tempat, sementara sebagian besar perabot yang tidak dipaku akan bergeser atau tumbang.
Dampak langsung terhadap masyarakat dilaporkan oleh dinas pemadam kebakaran di Hashikami dan Hachinohe, di mana empat orang, termasuk seorang remaja dan warga usia 50-an—harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka ringan.
Sebagai langkah antisipasi keselamatan, sebanyak lima sekolah di Hashikami dan 65 sekolah di Hachinohe diputuskan untuk tutup sementara.
Di sektor transportasi, layanan kereta cepat Tohoku Shinkansen rute Tokyo menuju Shin-Aomori sempat dihentikan total sesaat setelah gempa terjadi.
Pihak JR East baru kembali mengoperasikan seluruh layanan pada pukul 14.00 waktu setempat setelah situasi dinyatakan aman.
Meskipun guncangan terasa hingga ke Tokyo dan prefektur sekitarnya, seperti Fukushima, Akita, dan Hokkaido, otoritas terkait memastikan tidak ada gangguan pada infrastruktur vital.
Operator pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Higashidori, Onagawa, serta PLTN Fukushima Daiichi dan Daini melaporkan tidak adanya anomali.
Fasilitas pengolahan serta penyimpanan bahan bakar nuklir bekas di Aomori juga terpantau dalam kondisi normal.
Dalam konferensi persnya, JMA memberikan peringatan agar masyarakat tetap siaga terhadap potensi gempa susulan dengan kekuatan skala 6 atas dalam satu minggu ke depan.
Meski demikian, pihak otoritas tidak merilis "Peringatan Gempa Bumi Lanjutan di Lepas Pantai Hokkaido dan Sanriku" karena kriteria risiko di sepanjang Palung Jepang dan Palung Chishima belum terpenuhi.
Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengonfirmasi bahwa pemerintah pusat sedang memantau situasi dengan ketat.
Di kantornya, PM Takaichi menyatakan bahwa pengumpulan informasi terus dilakukan guna melakukan penilaian menyeluruh terhadap dampak bencana ini bagi masyarakat luas. (ant/dpi)