- Reuters
Kapal Feri MV June Aster Terbakar di Filipina, 5 Tewas dan 80 Orang Masih Hilang
Jakarta, tvOnenews.com - Kapal feri MV June Aster terbakar di perairan dekat Coron, Palawan, Filipina, Rabu malam waktu setempat. Sedikitnya lima orang dilaporkan tewas dalam insiden tersebut, sementara lebih dari 80 orang lainnya masih belum diketahui keberadaannya.
Philippine Coast Guard (PCG) menyebut sebanyak 43 orang berhasil diselamatkan setelah kebakaran terjadi. Kapal tersebut diketahui mengangkut 117 penumpang dan 17 awak.
Juru bicara PCG Noemie Cayabyab mengatakan jumlah penumpang dan awak tersebut mengacu pada manifes kapal. Dengan memperhitungkan orang yang telah diselamatkan dan korban meninggal dunia, masih terdapat lebih dari 80 orang yang belum diketahui keberadaannya.
Informasi tersebut dikutip dari Reuters, Kamis (10/9/2026).
Jumlah Korban Masih Bisa Berubah
Cayabyab menegaskan jumlah korban maupun orang yang belum ditemukan masih dapat berubah. Hal itu karena operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung.
Petugas terus menyisir perairan di sekitar lokasi kejadian untuk menemukan penumpang dan awak kapal yang belum diketahui keberadaannya.
Proses evakuasi dan pendataan juga masih dilakukan sehingga jumlah korban tewas maupun orang yang dinyatakan hilang berpotensi mengalami perubahan.
Kapal Terbakar Saat Menuju Coron
Kebakaran MV June Aster dilaporkan terjadi sekitar pukul 18.45 waktu setempat.
Saat kejadian, kapal feri tersebut sedang berlayar dari Baseco di Manila menuju Coron. Api muncul ketika kapal berada sekitar 2 kilometer dari Barangay Marcilla.
Rekaman yang dirilis Penjaga Pantai memperlihatkan api membakar sejumlah bagian kapal. Dalam rekaman tersebut, petugas penyelamat juga terlihat membawa sejumlah jenazah yang telah dimasukkan ke dalam kantong jenazah.
Kebakaran tersebut kemudian memicu operasi pencarian dan penyelamatan terhadap penumpang serta awak kapal.
Nelayan Ikut Bantu Pencarian
Operasi pencarian melibatkan petugas dari Coast Guard Station Northeastern Palawan serta sejumlah pos penjaga pantai.
Nelayan setempat juga turut membantu proses pencarian dan penyelamatan korban di sekitar lokasi kapal terbakar.
Untuk memperkuat operasi, PCG mengerahkan BRP Suluan dari Pelabuhan San Fernando di El Nido, Palawan. Kapal tersebut merupakan kapal tanggap darurat serbaguna yang digunakan untuk mendukung proses penanganan insiden.
Selain melakukan pencarian korban, Penjaga Pantai juga menyiapkan peralatan untuk menangani kemungkinan tumpahan minyak.
Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi terhadap kemungkinan kebocoran bahan bakar dari kapal yang terbakar.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Hingga Kamis (10/9/2026), proses pencarian terhadap penumpang dan awak MV June Aster masih berlangsung.
Jumlah korban tewas dan orang yang belum ditemukan masih berpotensi berubah seiring proses evakuasi serta pendataan yang dilakukan petugas.
Sementara itu, penyebab kebakaran MV June Aster masih dalam penyelidikan.
Kapal tersebut terbakar di perairan dekat Coron, salah satu destinasi wisata populer di Palawan yang dikenal dengan pulau, laguna, serta berbagai aktivitas wisata bahari.