news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Benjamin Netanyahu saat tunaikan hak suaranya dalam Pemilu Israel 2026.
Sumber :
  • YONATAN SINDEL/Pool via REUTERS

Partisipasi Pemilu Israel Meningkat, Netanyahu vs Eisenkot Bersaing Ketat Menurut Exit Poll

Imbas dari partisipasi pemilih yang meningkat sejak dua dekade terakhir, hasil exit poll Pemilu Israel 2026 antara Netanyahu dengan Eisenkot berjalan sengit.
Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:04 WIB
Reporter:
Editor :

Tel Aviv, tvOnenews.com — Pemilu Israel 2026 yang mempertemukan Benjamin Netanyahu sebagai petahana dengan penantang Gadi Eisenkot membuat angka partisipasi pemilih meningkat.

Bahkan dalam hasil jajak pendapat atau exit poll yang dilakukan sejumlah stasiun televisi Israel menunjukkan persaingan ketat antara Netanyahu vs Eisenkot.

Pemilu kali ini dipandang sebagai salah satu pemungutan suara paling menentukan dalam sejarah Israel. Apalagi, muncul krisis kepercayaan politik terhadap kepemimpinan Benjamin Netanyahu dalam 17 tahun terakhir.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintahan Benjamin Netanyahu dihadapkan pada konflik berkepanjangan, ketidakstabilan politik, serta meningkatnya isolasi internasional.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu
Sumber :
  • REUTERS/Amir Cohen

Partisipasi Pemilih Capai Angka Tertinggi

Tingkat partisipasi pemilih menjadi salah satu sorotan utama dalam Pemilu Israel 2026. Hingga pukul 18.00 waktu setempat, partisipasi tercatat mencapai 77,1 persen, meningkat sekitar 9 persen dibandingkan pemilihan sebelumnya.

Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 77,7 persen saat tempat pemungutan suara ditutup pada pukul 22.00 waktu setempat, menurut otoritas Israel. Jumlah tersebut menjadi tingkat partisipasi tertinggi sejak 1999 atau lebih dari dua dekade terakhir.

Dari lebih dari 7 juta warga yang memiliki hak pilih, peningkatan partisipasi juga terlihat di kalangan personel militer yang sedang bertugas. Selain itu, dilaporkan puluhan ribu warga Israel yang tinggal di luar negeri datang untuk menggunakan hak pilih mereka dalam beberapa hari menjelang pemungutan suara.

Sejumlah kota besar, termasuk Tel Aviv dan Haifa, mencatat partisipasi tinggi. Antrean panjang terlihat di sejumlah tempat pemungutan suara, sebuah kondisi yang menurut beberapa analis berpotensi menguntungkan kubu oposisi.

Peningkatan partisipasi juga terjadi di kota-kota yang didominasi warga Arab Israel. Hal ini menjadi perhatian karena sebagian komunitas tersebut memiliki sejarah panjang memboikot pemilihan umum.

Pemilih Muda Berpotensi Menentukan Hasil Pemilu

Sebanyak 640.000 warga dari kalangan Generasi Z dan pemilih pemula berusia 18 hingga 22 tahun tercatat memiliki hak suara. Kelompok usia tersebut mencakup hampir 10 persen dari total pemilih dan berpotensi memengaruhi perebutan hingga 12 dari 120 kursi di Knesset.

Menurut survei Israel Democracy Institute (IDI), sekitar 80 hingga 95 persen pemilih muda menyatakan akan menggunakan hak pilih mereka. Di kalangan warga Arab Israel, angka tersebut tercatat mencapai 87 persen.

Isu-isu yang menjadi perhatian utama pemilih muda meliputi keamanan nasional, biaya hidup, penanganan sandera, serta dampak perang berkepanjangan dan kewajiban menjalani dinas militer.

Kandidat Pemilu Israel 2026 Gadi Eisenkot
Sumber :
  • REUTERS/Amir Cohen

Hasil Exit Poll Tunjukkan Persaingan Ketat

Tiga stasiun televisi utama Israel memperlihatkan persaingan yang ketat antara blok Netanyahu dan oposisi pimpinan Eisenkot lewat exit poll.

Berdasarkan laporan dari Kan 11 dan Channel 13, kedua blok sama-sama memperoleh 51 kursi. Adapun Channel 12 menunjukkan keunggulan tipis bagi blok pimpinan Likud Netanyahu dengan proyeksi 52 kursi berbanding 49 kursi untuk blok oposisi.

Meski angka proyeksi berbeda di antara lembaga penyiaran, tidak satu pun hasil tersebut menunjukkan adanya mayoritas yang jelas bagi salah satu kubu.

Knesset memiliki total 120 kursi. Untuk membentuk pemerintahan mayoritas, sebuah blok atau koalisi membutuhkan dukungan sedikitnya 61 kursi.

Dengan demikian, hasil exit poll tersebut belum memastikan siapa yang akan membentuk pemerintahan berikutnya. Penghitungan suara aktual yang masih berlangsung juga dapat mengubah proyeksi perolehan kursi.

Potensi Perpanjang Jabatan Netanyahu karena Kebuntuan Politik

Ketatnya persaingan membuka kemungkinan terjadinya kebuntuan politik di Israel. Jika tidak ada kubu yang mampu mengumpulkan dukungan mayoritas, proses negosiasi pembentukan koalisi pemerintahan diperkirakan berlangsung panjang.

Situasi tersebut berpotensi membuat Netanyahu tetap menjabat sebagai perdana menteri sementara selama proses pembentukan pemerintahan berlangsung, sesuai mekanisme politik dan konstitusional yang berlaku di Israel.

Apabila negosiasi tidak menghasilkan kesepakatan, Israel juga berpotensi kembali menggelar pemilihan umum untuk menentukan komposisi parlemen dan pemerintahan.

Hasil pemilu kali ini menjadi ujian bagi Netanyahu setelah bertahun-tahun mendominasi politik Israel. Konflik berkepanjangan, persoalan keamanan, penanganan sandera, dan tekanan internasional menjadi bagian dari isu yang membayangi pemungutan suara tersebut.

Di sisi lain, blok oposisi pimpinan Eisenkot juga menghadapi tantangan untuk menyatukan dukungan dari berbagai partai agar dapat membentuk pemerintahan yang stabil.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral