- REUTERS/Nir Elias
Soroti Pemilu Israel, Pengamat Timur Tengah: Jika Netanyahu Menang Lagi maka Palestina Makin Menyedihkan
Jakarta, tvonenews.com- Pengamat Timur Tengah di Indonesia turut menyoroti pemilu Israel 2026 yang berlangsung sejak, Selasa (27/10) hingga hari ini (28/10). Apabila Benjamin Netanyahu terpilih kembali, disebut tidak akan memberikan dampak baik untuk Palestina.
Hal itu disampaikan oleh Pengamat Timur Tengah, Faisal Assegaf. Ia beranggapan kalau terpilihnya Benjamin Natanyahu kembali atau bukan tetap membuat nasib Palestina dan Gaza mengerikan.
"siapapun figur atau koalisi partai yang keluar sebagai pemenang di Israel, hal tersebut dipastikan tidak akan pernah mengubah penderitaan nasib rakyat Palestina," tutur Faisal.
"kalau misalkan Netanyahu menang lagi, maka Gaza akan makin menyedihkan, dan Palestina makin mengerikan," jelasnya saat dihubungi tvonenews.com, Selasa (27/10/2026).
Lebih lanjut kata Faisal, sejak 1948 negara Zionis itu dibentuk hingga Pemerintahan saat ini belum ada yang mengakui Palestina.
- Antara
"pemilihan umum di Israel tidak akan mengubah nasib Palestina, karena sejak negara Zionis itu dibentuk pada 14 Mei 1948, tidak pernah ada satu pemerintahan pun yang mendukung terbentuknya negara Palestina, dan juga tidak ada satupun partai politik di Israel yang mendukung pembentukan negara Palestina," ungkap Faisal.
Sejauh ini, ajang pemilihan pemimpin Israel tersebut masih berlangsung. Dalam informasi media luar, seperti BBC menyebut angka partisipasi masyarakat di sana mengikuti Pemilu Israel 2026 ini cukup tinggi.
Diketahui, angka partisipasi pemilu mencapai 77,7 persen saat pemungutan suara ditutup pukul 22.00 waktu setempat. Jadi angka tertinggi pada jam tersebut sejak tahun 1999, menurut Komite Pemilu Pusat.
Sementara itu muncul dua nama kandidat yang diduga bersaing ketat dalam pemilu Israel. Menurut hasil hitung cepat yang dilakukan sejumlah stasiun televisi di Israel, blok oposisi yang dipimpin Gadi Eisenkot unggul tipis atas petahana, Benjamin Netanyahu.
Diketahui sementara, Gadi Eisenkot unggul dengan 52 kursi berbanding 50 untuk untuk koalisi yang dipimpin Netanyahu. Hasil Pemilu Israel sampai saat ini belum disampaikan secara resmi siapa pemenangnya.(klw)