- ANTARA
Profil Gibran Ternyata Bukan Kaleng-Kaleng, Kuliah di Luar Negeri dan Jadi Pengusaha di Usia Muda serta Berani Berseteru dengan Kaum Tua Partai
Lalu pada tahun 2007 tingkat perkuliahan, Gibran Rakabuming lulus dari Management Development Institute of Singapore.
Ia kemudian kembali melanjutkan studinya ke Program Insearch di University of Technology Sydney Insearch, Sydney, Australia sampai lulus pada tahun 2010.
Kiprah Sebagai Pengusaha
Setelah kembali ke Indonesia, Gibran mengikuti jejak sang bapak menjadi pengusaha. Usaha pertama yang ia buka adalah bidang makanan, katering dengan nama Chili Pari.
Pada tahun 2017, Gibran mendirikan sebuah restoran Pasta buntel yang berfokus pada makanan italia. Gibran juga membuka usaha bernama kopi CS Coffee Shop dan Ceker Ayam Bakar.
Kemudian pada 2016, Gibran mendirikan sebuah usaha perbaikan elektronik atau reparasi produk khusus Apple dengan nama iColor.
Usaha lainnya tidak hanya bergerak di bidang makanan yakni produk jas hujan bernama Tugas Negara Bos.
Pada 2018, Gibran bersama temannya, Kevin Susanto, mendirikan perusahaan startup bernama Goola, yang berfokus kuliner. Goola, berhasil menerima pendanaan dari Alpha JWC Ventures sebesar US$5 juta atau setara dengan Rp70 Miliar.
Pada tahun 2019, Gibran berkolaborasi dengan adiknya, Kaesang Pangarep dan chef Arnold Poernomo mendirikan sebuah restoran bernama Mangkok Ku.
Kembali bekerja sama dengan sang adik, Kaesang Pangarep, Gibran mendirikan lagi perusahaan produk makanan dan minuman dengan nama Kemripik dan Ngedrink.
Aktifnya Gibran di dunia usaha, membuatnya pernah menduduki jabatan sebagai Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia (APJBI) Kota Solo. Selain itu, dia juga pernah didapuk sebagai Komisaris PT Rakabu Sejahtera.
Karir Politik Gibran
Kemudian pada tahun 2020, putra sulung Jokowi mengejutkan sejumlah pihak lantaran mendaftarkan diri sebagai bakal calon Wali Kota Solo dari PDIP untuk pemilihan Wali Kota Solo. Hingga kini Gibran menjabat sebagai Wali Kota Solo 2021-2026.
Masuknya ia ke dunia politik mendapat banyak cibiran hingga kritikan dari berbagai pihak. Sederet pengamat menyematkan tuduhan praktik politik dinasti dalam keluarga Joko Widodo, yang kini masih menjabat Presiden.
Gibran berpasangan dengan wakilnya, Teguh Prakasa. Mereka diusung oleh PDIP, Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).