Prabowo Klaim Indonesia Tak Lagi Impor Pangan, Siap Bangun Kekuatan ‘Blue Economy’
- dok.Setpres
Jakarta, tvOnenews.com — Presiden Prabowo Subianto menegaskan, posisi Indonesia di mata dunia kini semakin diperhitungkan setelah berhasil mencapai swasembada pangan.
Di tengah ketidakpastian global dan ancaman krisis pangan dunia, Prabowo menyebut Indonesia tidak lagi bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan pangan strategis nasional.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Gorontalo. Kepala Negara menyebut keberhasilan swasembada menjadi alasan mengapa banyak negara mulai menaruh hormat terhadap Indonesia.
“Kita sangat dihormati karena kita sekarang sudah swasembada pangan, sudah swasembada beras, swasembada jagung, banyak sekali kita, kita sekarang tidak perlu impor lagi pangan dari luar,” ujar Prabowo, dikutip Minggu (10/5/2026).
Pada tahun 2025, produksi beras nasional tercatat mencapai 34,71 juta ton, melampaui kebutuhan domestik yang berada di kisaran 31 juta ton. Kondisi itu membuat Indonesia untuk pertama kalinya tidak lagi melakukan impor beras sepanjang 2025.
Tak hanya beras dan jagung, pemerintah juga memproyeksikan delapan komoditas strategis nasional akan mencapai swasembada pada 2026.
Berdasarkan proyeksi neraca pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), komoditas tersebut meliputi gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, daging ayam, telur ayam, hingga bawang merah.
Namun, Prabowo menilai tantangan Indonesia ke depan tidak berhenti pada urusan pangan pokok. Ia mengingatkan bahwa kebutuhan protein dunia terus meningkat dan Indonesia harus mengambil peluang besar dari sektor kelautan.
“Dunia sekarang sangat memerlukan protein ikan, karena itu, pemerintah yang saya pimpin, kita akan besar-besaran mengembangkan perikanan dan kelautan,” tambahnya.
Pemerintah, lanjut Prabowo, akan menjadikan sektor ekonomi biru atau blue economy sebagai salah satu tulang punggung pertumbuhan baru nasional. Investasi besar-besaran di sektor kelautan dan perikanan disiapkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan nelayan.
Menurut Prabowo, pembangunan sektor perikanan bukan sekadar proyek ekonomi, tetapi bagian dari strategi pemerataan kesejahteraan nasional. Ia menegaskan ingin melihat masyarakat pesisir menikmati hasil pembangunan secara nyata.
“Kita berada di jalan yang benar, rakyat kita harus sejahtera, saya ingin nelayan-nelayan kita sejahtera, saya ingin senyum setiap hari karena penghasilannya baik,” pungkas dia. (agr)
Load more