- istimewa
Isu Sperma di Jasad Vina Dijawab Ito Sumardi, Eks Kabareskrim: Perlu Memahami
Jakarta, tvOnenews.com - Kasus pembunuhan Eky dan Vina Cirebon masih menyisahkan perntayaan bagi publik. Sebab, otak pelaku dari pembunuhan Vina belum juga ditangkap Polda Jabar.
Apalagi soal mencuatnya isu simpang siurnya kasus Vina di media massa, yang sebagian orang menyebutkan kasus itu adalah gimik, hingga bukan kasus pembunuhan, dan ada yang menyebutkan kasus pemerkosaan secara bergilir hingga tewas.
Sontak, hal ini pun menuai komentar soal kasus tersebut, baik dari kalangan akademisi hingga mantan petinggi polri, seperti Eks Kabareskrim Polri Komjen Pol (Purn) Drs Ito Sumardi Djunisanyoto.
Di mana dilansir dari Tribunenews.com, pada hari Jumat (26/7), Ito Sumardi menyebutkan kasus tersebut mulai mirip dengan drama korea atau akrab disebut drakor.
Bahkan, dia juga mengajak publik untuk memahami, bahwa kasusnya harus dilihat secara komprehensif.
"Apalagi, dalam sistem peradilan pidana Ini sudah lengkap sudah selesai tinggal ada satu hukum yaitu PK," ujar Ito Sumardi seperti yang dikutip dari Tribunenews.com, pada Jumat (26/7/2024).
Di samping itu, Ito Sumardi juga menjawab rasa penasaran publik soal isu sperma di tubuh korban Vina Cirebon, saat jenazah vina ditemukan.
Kata dia, pemandi jenazah Vina menyebutkan banyak ditemukan luka-luka di jasad Vina dan juga ada sperma.
Kemudian, ditanya soal isu adanya sperma di jasad Vina dihubungkan dengan kasus pemerkosaan, ia katakan, telah bertanya kepada ahli otopsi kenapa sperma itu tidak di tindaklanjuti.
"Pak dokter itu bilang sperma itu memiliki masa rusaknya dan waktu ditemukan ekshumasi atau penggalian kembali ternyata sperma itu sudah bercampur dengan tanah, bercampur dengan air sehingga tidak bisa diidentifikasi," ujar Ito Sumardi seperti yang dikutip dari Tribunenews.com.
Maka dari itu, kata dia, pasal perkosaan tidak dimasukkan di dalam tuntutan.
Namun, kata dia kembali, muncul lagi pertanyaan publik soal mengapa kasus tersebut tidak dilakukan secara Scientific Crime Investigation.
Dia menjawab, apabila melakukan otopsi, itu adalah bagian daripada Scientific Crime Investigation dan tentunya soal laporan ke Kapolri ia menganggap belum lengkap.