- Tangkapan layar - YouTube Pengacara Toni
Merasa Ada yang Aneh, Toni RM Soroti Kebohongan Pernyataan Terbaru Iptu Rudiana dan Beberkan Fakta Tak Terbantahkan Soal Kasus Vina
Setelah itu, disebutkan bahwa Rudiana bersama rekan-rekannya menuju lokasi yang disebutkan dan mengamankan para pelaku yang sedang berkumpul di depan SMP Negeri 11 Cirebon sebanyak delapan orang.
Di dalam putusan sidang kasus Vina tersebut, dituliskan bahwa ayah Eky itu mengamankan para terpidana terlebih dulu dan menyerahkan ke bagian Satreskrim sekitar pukul 18.30 WIB.
Hal ini berarti, lanjut Toni, waktu 15 menit untuk mengamankan para pelaku dan bertanya secara baik-baik itu adalah sebuah kebohongan.
Sebab, jika diangkap pada pukul 16.00 WIB dan diserahkan 18.30 WIB ke Satreskrim berarti ada waktu sekitar dua setengah jam para terpidana berada di Satres Narkoba, tempat Iptu Rudiana bekerja.
Pada waktu itulah, menurut Toni, kemungkinan para terpidana diintimidasi dan dilakukan penyiksaan oleh ayah Eky dan rekan-rekannya.
"Berarti kalau dari jam 4 ke 18.30, berarti ada waktu dua jam setengah, bukan 15 menit. Dua jam setengah itu kalau saya baca putusan di pengadilan digunakan untuk menginterogasi," kata Toni menjelaskan.
Ia pun menilai jika Rudiana mengatakan di pernyataan terbarunya bahwa dirinya mengajak baik-baik para terpidana ke kantor polisi, hal itu tidaklah benar.
"Saya menilainya Pak Rudiana itu bohong karena terungkap dalam putusan pengadilan, ini diinterogasi. Bukan diajak ngomong atau ditanya baik-baik," ujar Toni.
Dikutip dari putusan sidang pengadilan kasus Vina tahun 2016, dituliskan bahwa 'selanjutnya saksi membawa para terdakwa ke Polres Cirebon Kota untuk diinterogasi'.
Berdasarkan hasil interogasi tersebut, ayah Eky itu disebutkan mendapatkan informasi bahwa anaknya meninggal dunia karena dikeroyok oleh total 11 orang.
Selanjutnya, disebutkan pula dalam putusan sidang bahwa Iptu Rudiana kemudian melakukan pencarian terhadap tiga orang yang belum tertangkap.
Namun, tiga pelaku tersebut sudah kabur dan tidak dapat ditemukan di rumahnya.
"Ini sesuai dengan BAP bahwa munculnya 11 orang itu memang dari Pak Rudiana, hasil menginterogasi, bukan bertanya baik-baik, pada orang-orang yang telah diamankan itu," tegas Toni.