- Julio Trisaputra-tvOne
Khatib Istiqlal: Semangat Kurban Harus Jadi Dasar Perdamaian Dunia
Jakarta, tvOnenews.com – Khatib Salat Idul Adha 1446 H di Masjid Istiqlal, Wan Jamaluddin, menyerukan pentingnya peran umat Islam dalam menciptakan perdamaian dunia sebagai bagian dari makna pengorbanan sejati yang diajarkan dalam ibadah kurban.
“Selain berkurban untuk dalam negeri, Indonesia berperan dalam perdamaian dunia sebagaimana tertuang dalam alinea ke-4 Pembukaan UUD 1945,” ujarnya dalam khutbah, Jumat (6/6/2025).
Ia menyoroti bahwa konflik di berbagai belahan dunia seperti Eropa, Timur Tengah dan Asia Selatan telah menimbulkan dampak luas termasuk instabilitas global.
Oleh karena itu, kata dia, umat Islam harus aktif menjadi penengah, bukan provokator.
“Maukah jika aku kabarkan kepada kalian sesuatu yang lebih utama dari derajat puasa, shalat dan sedekah? para sahabat menjawab: Tentu ya Rasulullah. Beliau bersabda: 'Mendamaikan orang yang sedang berselisih. (Karena) rusaknya orang yang berselisih adalah mencukur (amal kebaikan yang telah mereka kerjakan)',” katanya mengutip sabda Rasulullah dalam HR Abu Daud.
Menurutnya, semangat kurban bisa menjadi dasar membangun kepemimpinan yang adil dan damai, bukan hanya di level lokal tetapi juga global. Islam, menurut dia, melarang umatnya menempuh jalan kekerasan.
“Islam bukanlah agama yang mengajarkan ekstremisme, radikalisme, apalagi terorisme. Perdamaian merupakan pengejawantahan dari nilai-nilai Islam yang harus terus kita pertahankan,” tegasnya.
Ia mendorong agar umat Islam tidak menjadi bagian dari masalah, melainkan menjadi pelopor solusi dalam setiap konflik.
“Umat Islam bukanlah pembuat konflik, bukan penyulut api permusuhan, bukan pula pengadu domba antar kelompok. Itu sama sekali bukan dari ajaran Islam yang cinta perdamaian,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa bangsa Indonesia memiliki tanggung jawab moral dalam memperkuat diplomasi damai untuk menciptakan ketertiban dunia.
“Kita memiliki tanggung jawab moral untuk meningkatkan peran aktif dalam mendukung terciptanya perdamaian global secara konkret dan berkelanjutan melalui penguatan diplomasi dan advokasi politik,” katanya. (agr/nsi)