- Fathnur Rohman-Antara
Wasiat Haji Sahroni yang Tewas Terkubur di Satu Lubang dengan Keluarganya Diungkap Kerabat Dekat, Semasa Hidup Pernah Bilang Ingin...
Jakarta, tvOnenews.com - Inilah wasiat Haji Sahroni (76) yang tewas terkubur di satu lubang dengan empat anggota keluarga lainnya.
Wasiat Haji Sahroni ini diungkapkan kerabat dekatnya.
Adapun kasus penemuan mayat yang terdiri dari lima anggota keluarga di satu lubang ini pertama kali ditemukan pada Senin (1/9/2025).
Lima orang itu terdiri dari bapak, ibu, bapak mertua, anak kecil dan bayi umur delapan bulan.
Warga Kelurahan Paoman, Indramayu, Jawa Barat geger lantaran terciumnya bau menyengat dari rumah Haji Sahroni yang sudah beberapa hari tertutup.
Kini, kelima jenazah itu telah disalatkan di Masjid Madania, Desa Sindang.
Kemudian, kelimanya dikebumikan di pemakaman keluarga besar Muchasin sesuai dengan permintaan almarhum Haji Sahroni.
Agus Suhendi (51), kerabat dekat korban, mengatakan sebelumnya Haji Sahroni pernah mengatakan keinginannya untuk dikebumikan di makam keluarga apabila waktunya telah tiba.
- Fathnur Rohman-Antara
“Alasan dimakamkan di sini karena memang keinginan almarhum agar disatukan dengan keluarga besar Muchasin,” kata Agus, Rabu (3/9/2025).
Terkait perkembangan kasus penemuan mayat ini, Agus mengatakan pihak polisi masih melakukan penyelidikan.
Di sisi lain, kata dia, pihak keluarga juga menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat.
“Masalah tuntutan itu masih berlanjut. Sekarang urusan hukum di kepolisian,” ujarnya.
Prosesi pemakaman keluarga tersebut berlangsung haru dan diwarnai tangis. Bahkan, ratusan pelayat turut mengiringi pemakaman kelima korban hingga ke liang lahat.
Semasa hidupnya, Haji Sahroni dikenal sebagai figur pekerja keras dan dermawan.
“Beliau pekerja keras. Setelah pensiun pun masih terus berusaha,” kenang Agus.
Agus mengatakan almarhum merupakan pensiunan pegawai bank yang tetap aktif berwirausaha dengan membuka toko beras dan mengelola usaha sarang burung walet di Indramayu.
Menurut dia, keluarga Haji Sahroni dikenal sebagai keluarga baik dan tidak pernah bermasalah dengan warga sekitar.
Dia merasa sedih karena harus kehilangan lima orang terdekat sekaligus pada peristiwa ini. Bukan hanya dia, kerabat dan tetangga korban juga sangat terpukul.
Dia memastikan tidak ada perlakuan berbeda terhadap keluarga Haji Sahroni di lingkungannya. Hubungan mereka dengan masyarakat sekitar berlangsung normal.