- Rika Pangesti/tvOnenews
Profil dan Jejak Karier Nadiem Makarim yang Gemilang, dari Gojek ke Kabinet Menteri Jokowi
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) periode 2019–2024, Nadiem Anwar Makarim, resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook dalam program digitalisasi pendidikan tahun 2019–2022.
Berdasar pantauan tim tvOnenews.com di Gedung Bundar Kejagung, Nadiem tampak mengenakan rompi tahanan Kejaksaan Agung (Kejagung) berwarna merah muda pada Rabu (4/9/2025) sore.
Ia hendak dibawa ke Rutan Salemba cabang Kejagung untuk dilakukan penahanan.
Kepada awak media, pendiri Gojek itu menyampaikan pernyataan singkat sebelum digiring menuju mobil tahanan.
- Rika Pangesti/tvOnenews.com
“Saya tidak melakukan apapun. Tuhan akan melindungi saya, kebenaran akan keluar. Allah akan mengetahui kebenarannya. Bagi saya seumur hidup saya integritas nomor satu, kejujuran nomor satu. Allah akan melindungi saya insyaallah,” kata Nadiem.
Kini, eks menteri pendidikan yang dikenal irit bicara itu harus menjalani status baru sebagai tersangka korupsi dengan ancaman hukuman berat.
Nadiem disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, junto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
Untuk kepentingan penyidikan, Nadiem ditahan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan selama 20 hari ke depan.
Profil dan Jejak Karier Nadiem Makarim: Dari Gojek ke Kabinet Jokowi
- Instagram @kemendikbud.ri
Nadiem bukan sosok asing dalam dunia inovasi digital di Indonesia.
Lahir di Singapura pada 4 Juli 1984, ia merupakan pendiri Gojek, platform layanan on-demand yang menjelma menjadi perusahaan teknologi pertama di Indonesia yang menyandang status decacorn.
Di balik kesuksesan Gojek, Nadiem dikenal luas sebagai figur progresif dan disruptif yang mengawinkan teknologi dengan solusi kehidupan sehari-hari masyarakat urban.
Ia meraih gelar sarjana Hubungan Internasional dari Brown University dan gelar MBA dari Harvard Business School, dua institusi terkemuka di Amerika Serikat.
Sebelum mendirikan Gojek, ia sempat bekerja sebagai konsultan manajemen di McKinsey & Company, serta menjabat posisi strategis di Zalora dan Kartuku.
Pada tahun 2019, Nadiem membuat langkah mengejutkan dengan meninggalkan Gojek dan menerima tawaran Presiden Jokowi untuk menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
Ia menjadi menteri termuda dan satu-satunya dari generasi milenial di Kabinet Indonesia Maju.
Selama menjabat, ia dikenal dengan sejumlah kebijakan kontroversial dan inovatif, termasuk Merdeka Belajar dan program digitalisasi sekolah—program inilah yang kini menyeretnya ke proses hukum.
Kekayaan Nadiem Hampir Rp1 Triliun
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diserahkan pada 22 Februari 2025, total kekayaan Nadiem tercatat sebesar Rp600.641.456.655 setelah dikurangi total utang pribadi sebesar Rp466 miliar lebih. Tanpa utang, nilai asetnya mencapai lebih dari Rp1,06 triliun.
Rincian harta kekayaan Nadiem Makariem:
1. Tanah dan Bangunan: Rp57,79 miliar
Termasuk properti mewah di kawasan elit Jakarta Selatan, villa di Gianyar, dan lahan luas di NTT.
2. Kendaraan Pribadi: Rp2,24 miliar
Dua unit mobil mewah keluaran terbaru, yakni Toyota Alphard Hybrid dan Toyota Innova Zenix 2024.
3. Surat Berharga: Rp926,09 miliar
Ini merupakan komponen terbesar dalam portofolionya, mencerminkan keterlibatan aktif di pasar modal dan investasi strategis.
4. Kas dan Setara Kas: Rp77,08 miliar
Likuiditas tinggi menunjukkan fleksibilitas keuangan pribadi yang sangat kuat.
5. Harta Bergerak Lain: Rp752 juta
Termasuk koleksi barang seni dan aset bernilai tinggi lainnya.
6. Harta Lainnya: Rp2,9 miliar
Dalam kategori ini dapat mencakup hak cipta, piutang pribadi, atau bentuk aset tak berwujud lainnya.
Kehidupan Pribadi dan Warisan Keluarga Cendekia
Nadiem merupakan putra dari Nono Anwar Makarim, pengacara dan aktivis senior berdarah Arab-Minang, dan Atika Algadri, seorang penulis serta cucu dari tokoh kemerdekaan Indonesia, Hamid Algadri.
Ia menikah dengan Franka Franklin, seorang Katolik, pada tahun 2014 dan memiliki empat orang anak.
Dibesarkan dalam keluarga akademis dan progresif, Nadiem dikenal memiliki jaringan global dan pemahaman lintas budaya.
Ia juga pernah menjalani program pertukaran pelajar di London School of Economics saat menempuh studi sarjana.
Pengaruh dan Pengakuan Internasional
Namanya sempat masuk dalam daftar 150 Orang Terkaya di Indonesia versi Globe Asia tahun 2018.
Selain itu, Nadiem Makarim mendapatkan berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya:
TIME 100 Next 2019
Bloomberg 50 pada 2018
Asian of The Year 2016 oleh The Straits Times
Tatler 500 Indonesia & Asia’s Most Influential
(nsp/muu)