news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

Budi Arie: Projo Bukan Singkatan Pro Jokowi, Aslinya Bahasa Sanskerta dan Jawa Kawi yang Artinya...

Organisasi relawan Pro Jokowi (Projo) resmi menetapkan Budi Arie Setiadi sebagai Ketua Umum untuk periode 2025–2030. Keputusan itu disahkan dalam Kongres III -
Minggu, 2 November 2025 - 17:39 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Organisasi relawan Pro Jokowi (Projo) resmi menetapkan Budi Arie Setiadi sebagai Ketua Umum untuk periode 2025–2030.

Keputusan itu disahkan dalam Kongres III Projo yang digelar di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (2/11/2025).

Penetapan Budi Arie sebagai ketua umum dilakukan secara aklamasi oleh seluruh peserta kongres yang dihadiri pengurus daerah dari berbagai provinsi di Indonesia.

Kongres III Projo.
Sumber :
  • Instagram/DPP Projo

 

“Hasil kesepakatan bersama atau aklamasi seluruh peserta kongres Projo ke-III memutuskan menetapkan Budi Arie Setiadi sebagai Ketum DPP Projo periode 2025 sampai 2030,” ujar Freddy Damanik, pimpinan sidang kongres.

“Sepakat ya,” tambahnya, disambut tepuk tangan peserta kongres.

Kongres Projo kali ini berlangsung selama dua hari, 1–2 November 2025, dan menjadi momentum penting bagi organisasi relawan yang selama dua periode menjadi pendukung utama pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

 

Logo Tak Lagi Gunakan Wajah Jokowi

Dalam sambutannya, Budi Arie menjelaskan bahwa di periode ketiganya ini, Projo akan melakukan transformasi organisasi besar-besaran. Salah satunya adalah mengganti logo organisasi yang selama ini menampilkan wajah Presiden Jokowi.

Menurutnya, langkah itu dilakukan untuk menegaskan bahwa Projo bukan organisasi yang mengultuskan individu tertentu.

“Projo akan melakukan transformasi organisasi, yang salah satunya adalah kemungkinan mengubah logo Projo. Logo Projo akan kita ubah supaya tidak terkesan kultus individu. Iya, kemungkinan (bukan logo Jokowi lagi),” ujar Budi Arie seusai pembukaan Kongres III, Sabtu (1/11/2025).

Meski logonya berubah, Budi memastikan nama Projo tetap dipertahankan. Ia juga menegaskan bahwa nama tersebut bukan singkatan dari ‘Pro Jokowi’, melainkan memiliki makna yang lebih luas dan mendalam.

“Memang enggak ada (singkatan). Cuma teman-teman media kan, ya, Projo [kepanjangannya] pro Jokowi, itu kan karena gampang dilafalkan saja,” katanya.

Budi menjelaskan, kata Projo berasal dari bahasa Sanskerta dan Jawa Kawi, yang berarti negeri dan rakyat.

“Projo itu artinya negeri dan rakyat. Jadi, kaum Projo adalah kaum yang mencintai negara dan rakyatnya,” ucapnya.

Lebih lanjut, Budi Arie mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi telah menyetujui perubahan arah dan simbol organisasi Projo. Ia menyebut langkah ini penting agar relawan bisa menghadapi tantangan geopolitik dan sosial yang semakin kompleks.

“[Jokowi] sepakat. Kita harus mentransformasikan Projo karena tugas Projo tadi sudah mengawal pemerintahan Pak Jokowi dua periode dan kita saat ini menghadapi tantangan baru. Ini tidak mudah geopolitiknya, tantangan globalnya, dan sebagainya sehingga kita harus betul-betul persatuan nasional ini menjadi penting,” ujar Budi.

Transformasi ini juga menandai pergeseran fokus organisasi dari sekadar relawan politik menjadi gerakan masyarakat sipil yang aktif menjaga persatuan nasional serta mendukung stabilitas pemerintahan ke depan.

Budi Arie Minta Izin ke Relawan Projo, Ingin Gabung ke Gerindra
Sumber :
  • tvOnenews - Julio

 

 

Projo Nyatakan Dukungan ke Presiden Prabowo Subianto

Dalam pidato politiknya di hadapan ribuan relawan, Budi Arie juga menyerukan agar seluruh anggota Projo mendukung penuh agenda politik pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Kita berharap bisa memperkuat agenda politik Pak Prabowo agar kepemimpinan Prabowo bisa lebih kuat, lebih solid. Dan karena itu, kita akan memperkuat seluruh agenda politik Presiden dengan memperkuat partai politik pimpinan Presiden,” ucap Budi.

Pernyataan tersebut menegaskan sikap Projo yang kini beralih arah dari relawan Jokowi menjadi kekuatan politik baru yang siap menopang kepemimpinan Prabowo di periode 2024–2029.

Di hadapan peserta kongres, Budi Arie juga mengisyaratkan kemungkinan dirinya bergabung ke partai politik, sembari meminta pengertian dari para relawan.

“Mohon izin jika suatu saat saya berpartai, teman-teman Projo bisa memahaminya. Enggak usah ditanya lagi partainya apa. Karena apa? Saya mungkin satu-satunya orang yang diminta oleh Presiden langsung di sebuah forum,” tuturnya.

Kendati sempat menahan diri menyebut nama partai, Budi akhirnya mengonfirmasi bahwa partai yang dimaksud adalah Partai Gerindra.

“Iyalah, pasti Gerindra. Nanti kita tunggu dinamika di kongres ketiga ini,” katanya sembari tersenyum.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:40
01:00
01:47
01:13
06:09
01:54

Viral