- Antara
Mengharukan, Ini Sosok Pahlawan Pemulangan Bilqis Bocah Korban Penculikan di Makassar, Negosiasi di Jambi Alot
Jakarta, tvOnenews.com - Raut bahagia bercampur haru tak bisa disembunyikan Dwi Nurmas saat kembali memeluk putrinya, Bilqis (4), di Kantor Polrestabes Makassar pada Minggu (9/11).
Bilqis ditemukan oleh kepolisian setelah menghilang selama sepekan sejak diculik pada Minggu, 2 November 2025.
"Ya Allah, Alhamdulillah. Saya sangat bersyukur sekali," ucap Dwi singkat kepada wartawan, tak mampu berkata banyak selain mengucapkan terima kasih kepada polisi, masyarakat yang bersuara di media sosial, dan Tuhan atas doa yang tak henti dipanjatkan.
Sebelumnya, Dwi telah menyatakan akan memaafkan pelaku asalkan putrinya kembali dengan selamat.
Bilqis diculik saat bermain di pinggir lapangan tenis Taman Pakui, Jalan Andi Pangeran Pettarani, Makassar.
Rekaman CCTV menunjukkan ia dibawa pergi oleh seorang perempuan bersama dua anak kecil.
Bilqis Ditemukan di Jambi
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana menjelaskan bahwa Bilqis berhasil diselamatkan pada Sabtu (8/11) di permukiman Suku Anak Dalam (SAD) di SPE Gading Jaya, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Jambi.
"Alhamdulillah, tim Jatanras Polrestabes Makassar bersama Unit Reskrim Polsek Panakukang setelah melakukan penyelidikan, anak balita yang diculik telah ditemukan tadi malam, dan bisa kembali ke Makassar hari ini," kata Kombes Arya Perdana.
Setelah tiba di Makassar, pemeriksaan medis menunjukkan Bilqis dalam kondisi sehat tanpa tanda-tanda kekerasan.
Pengungkapan kasus itu merupakan hasil kerja keras tim Satreskrim yang berkoordinasi dengan Polda Jambi. Dalam kasus tersebut, polisi bak pahlawan bagi orangtua korban.
Kronologi Penculikan dan Negosiasi Alot Pemulangan Bilqis
Operasi penyelamatan Bilqis pada Sabtu (8/11) pukul 20.00 WITA di Jambi melibatkan negosiasi alot dengan pihak Suku Anak Dalam (SAD) Mentawak. Bilqis akhirnya diserahkan setelah ditebus seharga Rp100 juta.
Kasus itu terungkap setelah polisi menangkap para pelaku. Pelaku awal berinisial SY di Makassar mengaku telah menjual Bilqis kepada sindikat NH (29) asal Jawa Tengah seharga Rp5 juta, dengan alasan korban berasal dari keluarga kurang mampu dan diberi nama Kiki.
NH kemudian menawarkan Bilqis kepada pelaku M (49) di Bangko, Jambi, seharga Rp30 juta.