- Istimewa
Profil Farhan Gunawan, Co-Pilot Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Sulsel, Jejak Smartwatch Picu Harapan Keluarga
Makassar, tvOnenews.com – Nama Muhammad Farhan Gunawan menjadi sorotan nasional setelah pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang ia awaki dilaporkan jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Di tengah operasi pencarian yang masih berlangsung, publik kini ingin mengetahui lebih dekat sosok co-pilot muda tersebut, termasuk latar belakang pendidikan, perjalanan karier, hingga kabar terbaru dari pihak keluarga.
Farhan Gunawan merupakan pria kelahiran Desa Malili, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Ia adalah anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Capt Gunawan dan Hj Indah. Dua adiknya saat ini menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin dan SMA Telkom.
Sejak remaja, Farhan dikenal sebagai sosok aktif dan berprestasi. Ia menamatkan pendidikan menengah di SMA Athirah 1 Makassar, salah satu sekolah unggulan di Sulawesi Selatan. Di bangku sekolah, Farhan juga dikenal aktif berorganisasi dan pernah menjabat sebagai Ketua OSIS, baik saat di tingkat SMP maupun SMA.
Meniti Karier di Dunia Penerbangan
Minat Farhan terhadap dunia aviasi sudah terlihat sejak usia muda. Setelah lulus SMA, ia menempuh pendidikan penerbangan di sejumlah sekolah aviasi ternama di Indonesia.
Berikut rekam jejak pendidikan penerbangan Farhan Gunawan:
-
Private Pilot License (PPL): Deraya Flying School (2018–2019)
-
Commercial Pilot License (CPL): Indonesia Civil Pilot Academy (hingga Oktober 2020)
-
Multi Engine Rating & Instrument Rating
-
ATPL Ground School: Bali International Flight Academy (awal 2021)
Dengan latar belakang pendidikan tersebut, Farhan dinilai memiliki kompetensi lengkap sebagai pilot profesional. Pada Desember 2023, ia resmi bergabung dengan PT Indonesia Air Transport dan menjalankan tugas sebagai second in command atau co-pilot.
Karier Farhan di dunia penerbangan terbilang menjanjikan hingga akhirnya ia mengalami musibah dalam penerbangan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu (17/1/2026).
Harapan Keluarga dari Jejak Smartwatch
Di tengah duka dan kecemasan keluarga, muncul secercah harapan setelah ponsel Farhan ditemukan tim SAR di kawasan hutan Gunung Bulusaraung pada Minggu (18/1/2026). Ponsel tersebut masih terhubung dengan smartwatch miliknya.
Saat diperiksa, smartwatch Farhan Gunawan mencatat aktivitas langkah kaki yang tidak biasa. Pada Minggu pagi sekitar pukul 06.00 WITA, perangkat tersebut mencatat sekitar 9.000 langkah. Jumlah itu terus bertambah hingga mencapai 13.647 langkah pada pukul 22.00 WITA di hari yang sama.
Data tersebut memicu harapan keluarga bahwa Farhan mungkin masih hidup setelah insiden pesawat ATR 42-500 tersebut.
“HP Farhan ditemukan di hutan, dan terhubung dengan smartwatch. Saat dicek, ada pergerakan langkah kaki dari pagi sampai malam,” ujar perwakilan keluarga dalam video yang beredar di media sosial.
Pihak keluarga berharap temuan ini dapat membantu tim SAR mempersempit area pencarian, khususnya di titik-titik yang diduga sesuai dengan koordinat pergerakan smartwatch tersebut.
Respons Basarnas
Menanggapi kabar tersebut, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi’i menegaskan pihaknya tidak ingin berspekulasi terkait data smartwatch Farhan Gunawan. Ia menyatakan fokus utama tim SAR tetap pada proses pencarian korban dan pengumpulan barang bukti di lapangan.
“Fokus kami saat ini adalah pencarian korban. Semua temuan di lapangan, termasuk barang-barang yang diduga milik korban, kami inventarisir sebagai petunjuk pendukung,” ujar Syafi’i.
Basarnas saat ini mengerahkan sekitar 1.200 personel gabungan untuk menyisir lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500, yang memiliki medan berat dan cuaca ekstrem.
Misi Terakhir Farhan Gunawan
Pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT tersebut membawa 10 orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang, dalam misi sewa Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP). Pesawat dilaporkan hilang kontak sebelum akhirnya diduga menabrak lereng Gunung Bulusaraung.
Bagi keluarga, Farhan dikenal sebagai sosok bertanggung jawab, berdedikasi, dan memiliki mimpi besar di dunia penerbangan. Kini, harapan besar masih menggantung agar Farhan Gunawan dapat ditemukan dalam kondisi selamat di tengah proses pencarian pesawat ATR 42-500 yang terus berlangsung.
Publik pun terus memantau perkembangan terbaru, sembari menunggu kabar resmi dari tim SAR dan Basarnas terkait nasib co-pilot muda yang perjalanan hidup dan kariernya terhenti di tengah langit Sulawesi Selatan. (nsp)