news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden RI Prabowo Subianto di Rakornas, Senin (2/2/2026).
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar-tvOne

Prabowo Peringatkan Jajaran Pemerintahan agar Tidak Lupakan Sejarah: Bangsa Pernah Dijajah, Pemimpin Tak Boleh Lugu dan Lengah

Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan peringatan keras kepada seluruh kepala daerah dan jajaran pemerintah agar tidak melupakan sejarah panjang bangsa Indonesia yang sarat intervensi, penjajahan, dan ketidakadilan.
Senin, 2 Februari 2026 - 13:11 WIB
Reporter:
Editor :

Bogor, tvOnenews.com — Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan peringatan keras kepada seluruh kepala daerah dan jajaran pemerintah agar tidak melupakan sejarah panjang bangsa Indonesia yang sarat intervensi, penjajahan, dan ketidakadilan.

Pesan itu disampaikan Prabowo saat memberi arahan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Centre, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Prabowo menegaskan Indonesia kerap dipandang sebelah mata oleh dunia internasional, bahkan dilabeli sebagai the impossible country”dan the impossible nation.

Namun, kondisi tersebut justru menuntut para pemimpin bangsa untuk bersikap waspada dan memahami konteks sejarah nasional secara utuh.

“Saudara-saudara, saya katakan tadi kita dianggap negara yang tidak mungkin. The impossible country, the impossible nation. Tapi kita juga harus jadi pemimpin yang tidak lugu. Kita harus jadi pemimpin yang waspada. Kita harus jadi pemimpin yang mengerti, yang tahu situasi,” ujar Prabowo.

Menurutnya, pemimpin Indonesia wajib memahami sejarah Nusantara secara menyeluruh, dari Sabang sampai Merauke, sebagai fondasi dalam membaca tantangan global dan domestik.

“Kita harus jadi pemimpin yang mengerti sejarah kita, yang mengerti latar belakang bangsa kita, yang mengerti sejarah Nusantara, yang mengerti sejarah daerah-daerah,” tegasnya.

Prabowo mengingatkan bahwa penjajahan dan intervensi asing selama ratusan tahun telah membentuk karakter dan kerentanan bangsa.

Karena itu, melupakan sejarah sama dengan membuka jalan bagi pengulangan kesalahan masa lalu.

“Kita harus paham bahwa ratusan tahun kita ini diintervensi, diganggu, bahkan dijajah. Ini harus kita mengerti, kita harus paham. Mereka yang melupakan sejarahnya akan dihukum oleh sejarah,” katanya.

Dalam arahannya, Prabowo juga menyoroti sikap negara-negara besar yang dinilainya inkonsisten dalam menerapkan nilai-nilai yang selama ini mereka ajarkan kepada dunia.

“Kita melihat sekarang negara-negara besar yang mengajarkan kita untuk demokrasi, untuk hak asasi manusia, untuk the rule of law, untuk menjaga lingkungan hidup. Merekalah yang melanggar apa yang mereka ajarkan,” ujar Prabowo.

Ia menyinggung tragedi kemanusiaan global yang terjadi tanpa respons tegas dari negara-negara tersebut.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:18
01:01
01:52
05:54
07:49
05:37

Viral