news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tukang Cukur Rambut di Bandung Cemas BPJS PBI Dinonaktifkan, Padahal Rutin Cuci Darah Dua Kali Sepekan.
Sumber :
  • Cepi Kurnia/tvOne

Harus Cuci Darah Setiap Dua Kali Seminggu, Tukang Cukur Rambut di Bandung Cemas BPJS PBI Dinonaktifkan

Syukur Rohmatullah di Kota Bandung, mengaku sempat kaget saat mendengar kabar penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI). 
Kamis, 12 Februari 2026 - 16:46 WIB
Reporter:
Editor :

Bandung, tvOnenews.com - Syukur Rohmatullah atau yang akrab disapa Iwan Kancra, seorang tukang cukur di Jalan Kancra, Burangrang, Kota Bandung, mengaku sempat kaget saat mendengar kabar penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI). 

Kekhawatiran itu muncul lantaran dirinya menderita gagal ginjal dan harus menjalani cuci darah rutin dua kali dalam sepekan.

Sudah hampir satu tahun Iwan berjuang melawan penyakit gagal ginjal. Setiap pekan, ia menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Sartika Asih Kota Bandung. Pengobatan tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Kabar penonaktifan BPJS PBI beberapa waktu lalu sempat membuatnya cemas. 

Pasalnya, jika harus membayar secara mandiri tanpa bantuan BPJS PBI, biaya yang dikeluarkan bisa mencapai sekitar Rp2 juta untuk sekali tindakan cuci darah, belum termasuk obat-obatan.

Sebagai tukang cukur, penghasilan Iwan tidak menentu dan tentu tidak akan mencukupi jika harus menanggung seluruh biaya pengobatan secara pribadi. 

Meski hingga saat ini kepesertaan BPJS miliknya masih aktif, ia mengaku tetap waswas jika suatu saat terjadi penghapusan atau penonaktifan.

"Sempat kaget, kalau BPI dinonaktifkan karena saya selama ini menggunakan BPJS untuk berobat dan cuci darah," kata Iwan, Kamis (12/2/2026).

Iwan berharap pemerintah tetap memberlakukan dan menjaga keberlanjutan BPJS PBI, khususnya bagi masyarakat kurang mampu yang tengah berjuang melawan penyakit kronis.

"Dan berharap tidak ada penolakan layanan kesehatan di rumah sakit bagi warga yang membutuhkan pengobatan," katanya.

Bagi Iwan, keberadaan BPJS PBI bukan sekadar bantuan, melainkan penopang hidup untuk terus menjalani pengobatan dan mempertahankan harapan sembuh di tengah keterbatasan ekonomi. (cep/muu)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:02
06:59
05:00
17:07
01:32
05:41

Viral