news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.
Sumber :
  • tvOnenews/Abdul Gani Siregar

Purbaya Kunci Defisit 3 Persen Meski Dikejar Pertumbuhan 8 Persen, Optimal Ruang Fiskal

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan batas defisit anggaran 3 persen tetap menjadi garis merah, sekalipun target pertumbuhan ekonomi nasional dipatok jauh lebih ambisius.
Sabtu, 14 Februari 2026 - 10:00 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan batas defisit anggaran 3 persen tetap menjadi garis merah, sekalipun target pertumbuhan ekonomi nasional dipatok jauh lebih ambisius.

Pemerintah memastikan tidak akan mengorbankan disiplin fiskal demi mengejar pertumbuhan ekonomi tinggi.

“Saya tetap berpegang pada batas defisit 3 persen dan akan mengoptimalkan ruang yang tersedia untuk mendorong pertumbuhan lebih cepat,” ujarnya usai menghadiri Indonesia Economic Outlook 2026, di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, dikutip Sabtu (14/2/2026).

Alih-alih memperlebar defisit, pemerintah memilih mengoptimalkan ruang fiskal, menyelaraskan kebijakan dengan moneter, serta menjadikan investasi sebagai motor utama ekspansi ekonomi. Purbaya menilai pendekatan tersebut sudah terbukti bekerja, meski sebelumnya sempat diragukan.

Dengan defisit yang tetap terkendali, perekonomian Indonesia mampu tumbuh 5,39 persen pada kuartal IV 2025. Capaian itu dipandang sebagai titik awal keluar dari stagnasi pertumbuhan di kisaran 5 persen yang berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.

Ke depan, pemerintah akan mempercepat debottlenecking untuk memperbaiki iklim investasi, baik dari sektor swasta maupun proyek pemerintah. Arus investasi besar yang diperkirakan masuk dalam waktu dekat dinilai cukup menopang target pertumbuhan tanpa perlu menambah ruang defisit.

Terkait target pertumbuhan hingga 8 persen dalam dua sampai tiga tahun mendatang, Purbaya membuka kemungkinan evaluasi ruang fiskal tambahan, tetapi saat ini belum diperlukan.

“Saat ini tidak ada rencana untuk menembus batas defisit 3 persen atau mengubah aturan tersebut,” tegasnya.

Data sementara APBN 2025 menunjukkan defisit Rp695,1 triliun atau 2,92 persen dari produk domestik bruto (PDB) per 31 Desember 2025—hampir menyentuh batas undang-undang. Menurut Purbaya, angka tersebut justru bagian dari strategi kontra-siklikal untuk membalikkan arah ekonomi.

“Kami berhasil mendorong pemulihan ekonomi tanpa mengorbankan kehati-hatian fiskal,” katanya.

Momentum pertumbuhan diperkirakan berlanjut pada 2026. Pada triwulan I 2026, ekonomi diproyeksikan tumbuh di kisaran 5,5 persen hingga 6 persen.

Pemerintah bahkan optimistis, berdasarkan indikator Leading Economic Index (LEI) dan Coincident Economic Index (CEI), Indonesia akan memasuki fase ekspansi ekonomi yang sehat dalam 7–10 tahun ke depan, setidaknya hingga 2033. (agr/ree)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:18
01:01
01:52
05:54
07:49
05:37

Viral