- Antara
Petaka Racik Petasan, 3 Remaja di Grobogan Luka-Luka Akibat Ledakan Dahsyat, Bahan Dibeli Online
Jakarta, tvOnenews.com - Insiden mengerikan menimpa tiga remaja di Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Niat mereka untuk meracik bahan petasan berujung petaka setelah campuran bahan kimia yang mereka olah meledak hebat pada Minggu (15/2) sekitar pukul 12.30 WIB.
Kapolsek Toroh, AKP Joko Ismanto, mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi di kediaman warga bernama Suhartanto.
Pihak kepolisian menerima laporan dari perangkat desa setempat tak lama setelah ledakan terjadi.
Menurut AKP Joko, ketiga korban tengah melakukan eksperimen berbahaya dengan mencampur berbagai bahan kimia saat ledakan terjadi.
"Ledakan terjadi saat para korban mencampur bahan kimia yang rencananya akan digunakan untuk membuat petasan," ujar Kapolsek saat dikonfirmasi pada Senin (16/2).
Berdasarkan penyelidikan awal, ketiga korban yang masih berstatus remaja berinisial ASR (15), FS (13), dan ANA (15) ini mendapatkan bahan baku kimia tersebut melalui pembelian daring di media sosial. Bahan-bahan itu dibeli menggunakan akun milik salah satu korban.
Proses peracikan dilakukan secara improvisasi di dalam wadah plastik bekas. Namun nahas, saat sedang diaduk, bahan tersebut bereaksi secara mendadak.
"Campuran tersebut diolah secara manual menggunakan wadah plastik bekas dan diaduk dengan gagang kayu. Setelah proses pencampuran selesai, bahan tersebut tiba-tiba meledak dan melukai ketiganya," ungkap AKP Joko.
Dampak ledakan tersebut cukup parah bagi para korban. ASR dilaporkan mengalami syok berat dan kini ditangani di Klinik Dokter Bersama Purwodadi.
Sementara itu, FS menderita luka bakar ringan di wajah, tangan, dan kaki, serta luka robek di dada kiri yang memerlukan delapan jahitan.
Korban ketiga, ANA, mengalami luka bakar tingkat sedang pada tangan kiri, kedua paha bagian belakang, serta kedua kakinya.
Saat ini, ANA tengah menjalani perawatan intensif di RS Panti Rahayu (YAKKUM) Purwodadi.
Kuatnya ledakan tidak hanya melukai fisik para korban, tetapi juga merusak struktur bangunan rumah tempat mereka meracik.
"Selain menimbulkan korban luka, ledakan juga menyebabkan kerusakan pada dinding kayu, atap, dan lantai rumah dengan kerugian ditaksir sekitar Rp2 juta," tambahnya.
Menanggapi kejadian memilukan ini, pihak kepolisian meminta masyarakat, terutama para orang tua, untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka.
Polri mengimbau agar anak-anak tidak dibiarkan mencoba atau meracik bahan kimia berbahaya yang dapat mengancam keselamatan nyawa dan lingkungan sekitar. (ant/dpi)