news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Usai Kritik Pemerintah soal Kasus Anak NTT, Ketua BEM UGM Diteror dan Dituding Agen Asing, DPR: Praktik Pembungkaman.
Sumber :
  • istimewa - antaranews

Usai Kritik Pemerintah soal Kasus Anak NTT, Ketua BEM UGM Diteror dan Dituding Agen Asing, DPR: Praktik Pembungkaman

Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto mengaku diteror usai mengkritik pemerintah terkait kasus seorang anak berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, NTT mengakhiri hidupnya.
Senin, 16 Februari 2026 - 23:00 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto mengaku diteror usai mengkritik pemerintah terkait kasus seorang anak berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengakhiri hidupnya.

Teror itu berupa ancaman penculikan hingga tudingan sebagai agen asing.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi X DPR RI, Hilman Mufidi mengecam keras tindakan intimidasi tersebut. Ia menilai teror terhadap mahasiswa adalah bentuk pembungkaman.

"Tindakan teror kepada adinda Tiyo, Ketua BEM UGM tentu sangat tidak sepatutnya dilakukan. Saya sangat menyayangkan aksi itu, itu sama saja dengan praktik pembungkaman," kata Hilman, Senin (16/2/2026).

Politisi Fraksi PKB itu mendesak aparat kepolisian segera mengusut tuntas pelaku teror. Menurutnya, suara mahasiswa merupakan bagian dari kebebasan berpendapat yang dijamin hukum.

"Saya minta aparat mengusut tuntas siapa dalam aksi teror ke adinda Tiyo. Bagaimanapun suara Tiyo itu adalah wujud keterbukaan, wujud kebebasan berpendapat yang sangat perlu dihormati," tegasnya.

Hilman juga mengingatkan agar semua pihak menahan diri dalam menyikapi dinamika, termasuk polemik kasus bunuh diri anak SD di NTT.

"Semua pasti berduka, saya juga sangat prihatin dengan apa yang dialami anak kita di NTT, tapi menyikapi hal itu juga perlu keterbukaan hati, kekuatan pikir, dan setiap kritik terhadap penanganan kasusnya harus disikapi dengan bijak, bukan malah dengan teror," pungkasnya.

Sebelumnya, Tiyo melontarkan kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai gagal menjamin hak dasar anak dalam kasus tersebut.

Empat hari setelah kritik itu disampaikan, Tiyo menerima pesan WhatsApp dari nomor berkode Inggris yang berisi ancaman penculikan.

Selain itu, pengirim juga menuduhnya sebagai agen asing dan mencari panggung.

“Agen asing. Jangan cari panggung jual narasi sampah,” bunyi pesan ancaman yang diterima Tiyo. (rpi/aag)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:43
16:23
04:15
50:38
04:41
10:49

Viral