- Antara
Detik-detik Mengerikan Siswa di Tual Tewas Diduga Dianiaya Anggota Brimob Polda Maluku
Mereka sempat melintasi jalan yang menjadi lokasi balapan liar dan dijaga anggota Brimob. Saat turunan jalan, sepeda motor mereka melaju kencang. Saat itu, anggota Brimob Bripda MS dan beberapa anggota sedang memantau balapan liar.
Setibanya di TKP, korban yang berada di posisi belakang langsung dipukul dengan helm di bagian muka korban. Korban pun terjatuh dan sepeda motornya menabrak sepeda motor sang kakak yang berada di posisi depan.
"Saat itu anggota Brimob melompat dari atas trotoar dan memukul muka korban dengan helm, korban terjatuh, kepala korban terbentur aspal, darah keluar dari mulut dan hidung, ada darah keluar dari samping kepala," jelasnya.
Korban kemudian dievakuasi ke mobil patwal dengan kondisi kepala tergantung. Kata Nasri, tubuh korban dipegang oleh beberapa anggota lain sementara sebagian anggota hanya menarik pakaian korban selayaknya binatang.
Korban dibawa ke RSUD Karel Sadsuitubun. Namun nyawa korban tak tertolong setelah tiba di RS. Ia mengaku sempat diinterogasi dan diintimidasi oleh anggota Brimob.
Nasri juga mengungkap dirinya dipaksa mengaku oleh anggota Brimob bahwa mereka bergabung dengan kelompok balapan liar. Namun ia bersikeras tidak melakukan balapan liar karena mereka hanya jalan-jalan setelah sahur.
Sementara keluarga korban, Moksen Ali mengutuk keras aksi penganiayaan Bripda MS terhadap siswa yang masih duduk dibangku kelas sembilan MTsN. Ia meminta pelaku di hukum dengan hukuman yang seberat-beratnya.
"Kami minta dipecat," ujarnya.
Ia berkata keluarga sangat terpukul setelah melihat video sang anak tewas dengan kondisi berlumuran darah. Darahnya mengalir di aspal. Tak hanya itu, jasad korban dievakuasi selayaknya binatang ke mobil polisi.
"Kami akan kawal dan menuntut pelaku, kami prihatin, mestinya anak kami ditegur atau dibina bukan dianiaya hingga tewas, kami merasa kehilangan, kami akan kawal terus proses hukum yang berlaku," ucapnya. (aag)