- Instagram @bem.ugm
Bersurat ke UNICEF, Ketua BEM UGM Harap Peristiwa Anak SD Bunuh Diri di NTT dan MBG Jadi Percakapan Pemimpin Dunia
Saat ditanya kenapa mengirimkan surat ke UNICEF alih-alih mengirimkannya ke DPR atau pihak-pihak terkait di dalam negeri, Tiyo menjawab karena menurut dia ada kemampatan di kanal-kanal perbaikan.
“Ringkasnya, ada kemampatan di bangsa kita. Kanal perubahan atau perbaikan buntu. Pascademo Agustus tuntutan publik 17+8 saja sampai sekarang kita tidak bisa percaya sama DPR,” jawab Tiyo.
Ketua BEM UGM Jadi Sasaran Teror Usai Kirim Surat ke UNICEF
Tiyo disebut-sebut menjadi sasaran teror usai mengirimkan surat ke UNICEF. Dia disebut agen asing, tukang cari panggung hingga disebut anak problematik.
Meski demikian, Tiyo mengaku menanggapinya dengan santai. Dia tidak takut karena sudah menghitung apapun risikonya. Di samping itu, kata dia, LPSK hingga pihak kampus melindunginya.
“Bagi saya, menghadapi ini dengan takut artinya teror itu berhasil. Saya harus menghadapi ini secara ksatria untuk menunjukkan teror itu gagal. Apapun risiko sudah kita hitung. Semoga bukan risiko terburuk yang kita alami,” katanya.
Pada Rabu (18/2/2026), pihak Istana merespons kabar teror terhadap Tiyo.
Menurut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, penyampaian kritik oleh mahasiswa merupakan hal yang sah.
Namun, menurut dia, perlu dilakukan secara bertanggung jawab dengan mengedepankan etika dan adab.
"Hindarilah menggunakan kata-kata yang tidak sopan atau kurang baik gitu. Ini berlaku untuk siapapun ya. Tidak hanya untuk adik saya yang dari BEM UGM," ucapnya.
Dia menegaskan bahwa penyampaian pendapat dan kritik merupakan bagian dari kebebasan berpendapat yang dijamin konstitusi.
Soal teror terhadap mahasiswa tersebut, Prasetyo menyebut hal ini akan dicek lebih lanjut.
"Nanti kita kita cek," pungkasnya. (nsi)