- tvOnenews.com/Rika Pangesti
Kronologi Rapat DPR Bahas Akses Musala Cluster Bekasi di Bawah Pimpinan Habiburokhman
Jakarta, tvOnenews.com – Rapat dengar pendapat di parlemen yang semula berjalan formal berubah menjadi perhatian publik nasional. Isu yang dibahas bukan perkara besar secara fisik, namun menyentuh aspek sosial yang sensitif, yakni akses pembangunan musala di kawasan perumahan Bekasi.
Peristiwa ini terjadi dalam rapat resmi DPR RI yang digelar di Gedung DPR/MPR RI pada Kamis (26/2). Agenda rapat difokuskan untuk mendengar penjelasan pihak pengembang terkait progres dan akses fasilitas ibadah di salah satu cluster perumahan di Bekasi.
Awal Rapat: Klarifikasi dan Penyampaian Aspirasi
Rapat tersebut dipimpin Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman. Sejak awal, rapat dimaksudkan sebagai forum klarifikasi, guna mempertemukan aspirasi masyarakat dengan penjelasan dari pihak pengembang.
Dalam forum itu, anggota dewan menyoroti keluhan sebagian warga terkait akses musala yang dinilai belum optimal. Bagi warga, keberadaan musala memiliki makna penting sebagai pusat ibadah dan aktivitas sosial sehari-hari.
Pimpinan rapat kemudian meminta pihak pengembang menjelaskan duduk perkara, mulai dari status lahan, tahapan pembangunan, hingga alasan belum dibukanya akses tertentu.
Dinamika Diskusi yang Menghangat
Seiring berjalannya rapat, diskusi berlangsung intens. Pihak pengembang memaparkan bahwa pengelolaan kawasan perumahan memiliki tahapan administratif dan teknis yang harus dipenuhi, termasuk terkait penyerahan fasilitas sosial dan fasilitas umum kepada pemerintah daerah.
Di sisi lain, pimpinan rapat menekankan pentingnya kejelasan dan ketepatan waktu dalam pemenuhan komitmen kepada konsumen. Beberapa pertanyaan diajukan secara langsung, seperti alasan keterlambatan akses dan langkah konkret yang telah dilakukan.
Situasi menghangat ketika terjadi perbedaan sudut pandang dalam penyampaian penjelasan. Interupsi yang muncul di tengah forum membuat suasana rapat menjadi lebih tegang. Meski demikian, dinamika tersebut mencerminkan upaya parlemen menjalankan fungsi pengawasan secara aktif.
Keputusan Tegas dalam Forum Resmi
Dalam suasana rapat yang semakin padat dengan argumentasi, pimpinan rapat menegaskan pentingnya ketertiban forum. Sebagai pimpinan sidang, Habiburokhman menilai jalannya rapat perlu dikendalikan agar tetap efektif dan fokus pada substansi.
Ketika dinamika forum dinilai mengganggu jalannya rapat, pimpinan sidang mengambil keputusan tegas dengan meminta perwakilan pengembang meninggalkan ruang rapat. Langkah tersebut langsung menjadi perhatian publik dan memicu berbagai respons.