- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Jelang Lebaran, Prabowo Panggil Dua Menteri Kunci ke Istana Bahas Energi dan Pangan
Jakarta, tvOnenews.com - Memasuki hari ke-14 Ramadan, Presiden RI Prabowo Subianto memanggil dua menteri strategis ke Istana Negara, Rabu (4/3/2026).
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia diminta melaporkan langsung kesiapan pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga menjelang Idulfitri.
Pertemuan tertutup itu menandai perhatian serius pemerintah terhadap dua sektor krusial yang kerap menjadi sorotan setiap musim mudik dan Lebaran yakni energi dan pangan.
“Nanti kita laporan dahulu. Namun, pembahasan tidak akan jauh dari persoalan energi, persoalan pangan, dan kesiapan kita menyongsong hari raya Idulfitri,” ujar Bahlil di kompleks Istana Negara.
Bahlil menjelaskan, fokus laporan mencakup ketersediaan pasokan energi, khususnya LPG, yang permintaannya biasanya melonjak signifikan menjelang Lebaran. Selain itu, pemerintah juga memantau denyut ekonomi nasional agar tetap stabil di tengah peningkatan konsumsi masyarakat.
“Sekarang kan puasa sudah hari ke-13, ini menyangkut ketersediaan sembako, kemudian energi, LPG, dan kesiapan lain yang terkait dengan ekonomi nasional,” katanya.
Di sisi lain, Zulkifli Hasan atau Zulhas mengungkapkan pihaknya akan menyampaikan hasil inspeksi mendadak (sidak) pangan ke sejumlah daerah. Langkah itu dilakukan untuk memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar dan harga tetap terkendali.
“Saya mengurusi pangan supaya Lebaran itu ketersediaan ada dan harga terjangkau. Untuk yang naik, kami sudah minta ke daerah-daerah, bupati dan wali kota, agar menggelar bazar dan operasi pasar. Bisa juga mengambil dari dana BTT untuk membelikan subsidi,” ujar Zulhas.
Ia menambahkan, pemerintah telah menginstruksikan pelaksanaan operasi pasar di berbagai wilayah guna menekan lonjakan harga. Bahkan, dana belanja tidak terduga (BTT) disiapkan sebagai bantalan fiskal untuk mengintervensi komoditas yang mengalami kenaikan signifikan.
Langkah cepat ini memperlihatkan strategi preventif pemerintah yaitu mengamankan pasokan sebelum gejolak terjadi.
Dengan konsumsi rumah tangga yang meningkat selama Ramadan hingga puncaknya saat Lebaran, stabilitas harga dan distribusi menjadi indikator penting daya beli masyarakat.(agr/raa)