- YouTube/@pandji.pragiwaksono
Maraknya Penjualan Tramadol, Komisi III DPR Tegas Minta Polisi Usut
Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta polisi menindaklanjuti temuan masyarakat soal tempat penjualan tramadol di wilayah Jakarta Timur.
Menurut Sahroni, penyebaran tramadol di lingkungan masyarakat sangat berbahaya karena dapat merugikan masyarakat secara kesehatan dan perekonomian.
"Saya minta agar kepolisian lebih gerak cepat dalam mengakomodir laporan terkait penjualan Tramadol ini karena efeknya yang bisa bikin ketergantungan berat bagi penggunanya. Jangan ada pembiaran, ada laporan langsung tindak,” kata Sahroni dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, mengutip Antara pada Selasa.
Sahroni menilai penyebaran tramadol harus dicegah dari hulu agar tidak menyebar luas dengan mudah. Karenanya, Sahroni mendorong Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memasukan tramadol ke dalam kategori psikotropika.
Dengan label tersebut, baik BNN dan kepolisian akan semakin intens mencegah peredaran tramadol dari hulu hingga hilir.
"Kalau sudah dideklarasikan, tentu penyebarannya juga akan sangat dicegah. Di sisi lain, polisi juga jangan hanya menutup warungnya, tapi juga mengusut siapa pemilik dan pemasoknya. Rantai distribusinya diputus supaya tidak terus beredar di masyarakat,” jelas Sahroni.
Sahroni juga turut mengapresiasi masyarakat yang aktif menindak aktivitas penyebaran tramadol. Dia berharap inisiatif masyarakat dalam mindak mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian.
Untuk diketahui, Viral sebuah video yang memperlihatkan sejumlah toko yang diduga menjual tramadol di wilayah Kalisari dan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, dilempari petasan oleh warga beredar di media sosial. Akbar, perekam video (bukan nama sebenarnya), pada Senin (9/3), mengaku ikut melempar petasan tersebut. Ia mengatakan, aksi itu dilakukan karena laporan warga kepada polisi disebut tidak pernah ditindaklanjuti. (ant/ree)