news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa..
Sumber :
  • tvonenews.com/Abdul Gani Siregar

Menkeu Purbaya: Ekonomi Indonesia Sedang Ngebut, Siap Hadapi Konflik Panas Timur Tengah

Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, pemerintah menilai perekonomian Indonesia justru sedang berada pada fase ekspansi yang kuat.
Rabu, 11 Maret 2026 - 20:56 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, pemerintah menilai perekonomian Indonesia justru sedang berada pada fase ekspansi yang kuat.

Kondisi ini diyakini menjadi bantalan penting bagi Indonesia untuk menghadapi berbagai tekanan eksternal, termasuk dampak konflik di kawasan Timur Tengah.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan berbagai indikator ekonomi domestik menunjukkan momentum pertumbuhan yang positif pada kuartal pertama 2026.

“Ekonomi Indonesia sedang mengalami masa ekspansi dalam posisi yang kuat. Kalau kita harus menghadapi dampak negatif dari gejolak perekonomian global, tidak usah takut. Kita bisa mengendalikan dampak negatif dengan baik ke depan,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Salah satu indikator utama yang menunjukkan penguatan ekonomi adalah Purchasing Managers’ Index manufaktur Indonesia yang mencapai 53,8 pada Februari 2026. Angka tersebut menandakan aktivitas manufaktur berada di zona ekspansi sekaligus menjadi level tertinggi dalam dua tahun terakhir.

Menurut Purbaya, capaian tersebut bahkan lebih baik dibandingkan sejumlah negara besar seperti China, Amerika Serikat, dan Australia.

Selain sektor industri, optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi juga masih tinggi. Hal itu tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen yang mencapai 125,2 pada Februari, jauh di atas ambang optimisme di level 100.

Purbaya juga menyoroti tren konsumsi masyarakat yang terus meningkat menjelang Ramadan. Peningkatan tersebut tercermin dalam Mandiri Spending Index yang mencapai 360,7 poin pada Februari.

“Belanja masyarakat menjelang Ramadan ini terutama didorong konsumsi consumer goods, pendidikan, dan mobilitas. Jadi memang dari sini daya beli masyarakat sepertinya terus membaik dan menguat,” imbuh dia.

Meski demikian, pemerintah tetap mencermati potensi risiko eksternal yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi domestik. Salah satu risiko utama berasal dari kemungkinan gangguan rantai pasok global akibat meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Iran, khususnya jika terjadi gangguan distribusi energi di jalur strategis Selat Hormuz.

Purbaya menegaskan pemerintah akan terus mengantisipasi berbagai risiko tersebut agar momentum pemulihan ekonomi tetap terjaga.

“Pemerintah akan terus mewaspadai tantangan rantai pasok yang masih terkendala, serta risiko kenaikan inflasi terhadap biaya input agar momentum pemulihan ekonomi domestik tetap terjaga,” pungkas dia.(agr/raa)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:24
01:11
03:42
05:07
03:34
05:04

Viral