news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Sejumlah warga Palembang Sumsel saat menggelar shalat Id hari ini, Kamis (19/3/2026)..
Sumber :
  • Muhammad Pebrian/tvOne

Warga Palembang Rayakan Lebaran Lebih Cepat Usai Gunakan Rukyat Global

Sejumlah warga Palembang Sumatera Selatan, telah menunaikan shalat Idul Fitri 1447 Hijriah hari ini Kamis (19/3/2026).
Kamis, 19 Maret 2026 - 10:59 WIB
Reporter:
Editor :

Palembang, tvOnenews.com - Sejumlah warga Palembang Sumatera Selatan, telah menunaikan shalat Idul Fitri 1447 Hijriah hari ini Kamis (19/3/2026).

Seperti terlihat di halaman Masjid Al Mustanir, Jalan Gubernur H. Bastari, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, tepatnya di depan Sekolah Al Fahd, seberang Rumah Sakit Hermina OPI Jakabaring. 

Bertindak sebagai imam, Ustaz Syahrul Musta’in menjelaskan bahwa kelompoknya menggunakan metode rukyat global dalam menentukan awal bulan Syawal.

“Karena kami menggunakan rukyat global yang merujuk pada tiga mazhab, yaitu Imam Maliki, Hambali, dan Hanafi. Kesimpulannya, apabila hilal terlihat di suatu negeri, maka negeri lain mengikutinya,” ujarnya.

Sejumlah warga Palembang Sumsel saat menggelar shalat Id hari ini, Kamis (19/3/2026).
Sumber :
  • Muhammad Pebrian/tvOne

Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang mereka terima, hilal telah terlihat di sejumlah wilayah, termasuk di beberapa kota di Afghanistan dan juga di Turki.

“Karena itu, kami menetapkan Idul Fitri lebih awal dengan metode rukyat global,” katanya.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan perbedaan metode yang digunakan oleh kelompok lain. 

Menurutnya, Muhammadiyah menggunakan metode hisab, sementara sebagian umat Islam di Indonesia mengikuti rukyat lokal sesuai dengan mazhab Imam Syafi’i.

“Yang merayakan besok tetap sah karena mengikuti rukyat lokal. Sementara kami mengikuti rukyat global yang juga digunakan di sekitar 60 negara,” jelasnya.

Selain itu, ia menyebut kelompoknya juga telah lebih dahulu memulai ibadah puasa Ramadhan, yakni pada 18 Februari 2026, mengikuti negara-negara lain yang telah lebih dulu menetapkannya.

Fenomena perbedaan penetapan hari besar keagamaan seperti Idul Fitri bukanlah hal baru di Indonesia, mengingat adanya perbedaan metode dalam menentukan awal bulan hijriah, baik melalui hisab maupun rukyat. (peb/muu)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:59
10:46
04:31
02:55
06:37
07:10

Viral