- Antara
Pertemuan Arus Jadi Titik Macet, Polisi Masih akan Ambil Diskresi Buka-Tutup di Jalan Layang MBZ
Jakarta, tvOnenews.com - Imbas dari tingginya volume kendaraan yang bergerak meninggalkan Jakarta, PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) kembali menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem buka-tutup secara situasional di Jalan Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) pada Minggu (22/3).
Langkah ini diambil berdasarkan diskresi pihak kepolisian untuk mengurai kepadatan di lintasan tersebut.
General Manager Operasi dan Pemeliharaan PT JJC, Desti Anggraeni, mengonfirmasi bahwa penutupan akses masuk menuju arah Cikampek dilakukan secara fleksibel mengikuti kondisi arus di lapangan.
"Buka tutup akses masuk ruas Jalan Layang MBZ yang mengarah ke Cikampek kembali diberlakukan sejak tadi pagi pukul 09.10 WIB sebagai upaya mengurai kepadatan lalu lintas," ujar Desti Anggraeni di Cikarang, Kabupaten Bekasi.
Kebijakan ini bertujuan utama untuk mencegah terjadinya penumpukan kendaraan pada titik pertemuan antara jalur layang MBZ dengan ruas Tol Jakarta-Cikampek jalur bawah (eksisting).
Selain memecah kepadatan, rekayasa ini dilakukan demi menjamin keselamatan dan kelancaran para pengguna jalan. Pihak Jasa Marga memastikan akses akan dibuka kembali secara normal apabila arus lalu lintas sudah terpantau melandai.
Berdasarkan data yang dihimpun, lonjakan kendaraan pada Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang jatuh pada Sabtu (21/3) kemarin sangat signifikan.
Tercatat ada 53.366 kendaraan yang melintasi Tol MBB keluar dari arah Jakarta, atau melonjak 76,43 persen dibandingkan volume harian normal yang biasanya hanya berkisar 30.247 kendaraan.
Kenaikan volume kendaraan ini terjadi sepanjang hari dengan grafik yang terus meningkat. Pada pagi hari, arus naik sebesar 35,69 persen, lalu melonjak 88,21 persen pada siang hari, dan mencapai puncaknya pada malam hari dengan kenaikan drastis hingga 195,81 persen dibandingkan kondisi normal.
Sementara itu, arus kendaraan yang menuju Jakarta terpantau relatif stabil di angka 26.985 kendaraan, sedikit menurun 0,65 persen dari angka normal 27.161 kendaraan.
Secara total, pergerakan kendaraan di kedua arah Jalan Layang MBZ mencapai 80.351 unit, membuktikan mobilitas masyarakat di masa lebaran masih sangat tinggi.
PT JJC juga mengeluarkan imbauan bagi para pemudik agar selalu memperhatikan kesiapan fisik pengemudi dan kelaikan kendaraan sebelum memulai perjalanan. Pengguna jalan diminta memastikan kecukupan bahan bakar (BBM) serta daya listrik bagi kendaraan listrik.