- Istimewa
Upaya Urai Kemacetan Arus Balik Lebaran 2026, Jasa Marga Umumkan Diskon Tarif Tol
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah melalui berbagai lembaga dan kementerian melakukan serangkaian persiapan dalam mengahadapi arus balik Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2026.
Tak terkecuali bagi pihak Jasa Marga yang turut serta melakukan persiapan dalam momentum aris balik Lebaran 2026.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A.Purwantono menyampaikan laporan pelaksanaan operasional layanan Idulfitri 1447H/2026 periode H-10 hingga H+3 Lebaran (11-25 Maret 2026).
Laporan tersebut mencakup volume lalu lintas selama arus mudik dan balik, indikator penentuan rekayasa lalu lintas, pengelolaan rest area, pengoperasian jalur fungsional, hingga pemanfaatan teknologi terintegrasi di JMTC yang dapat diakses masyarakat melalui Aplikasi Travoy.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat sehingga perjalanan selama arus mudik berjalan dengan baik meskipun puncak arus mudik pada 18 Maret 2026 lalu mencapai 270 ribu yang merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah," kata Rivan kepada awak media, Jakarta, Kamis (26/3/2026).
"Pengendalian puncak arus balik tahap pertama yang kita telah lalui pada 24 Maret 2026 kemarin juga berjalan baik. Ke depan, fokus utamanya adalah mengantisipasi puncak arus balik pada 28-29 Maret 2026. Kami kembali mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan diskon tarif tol pada 26-27 Maret serta menggunakan aplikasi Travoy untuk merencanakan perjalanan dengan lebih baik lagi,” ungkapnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan laporan digital interaktif bersama petugas di lapangan di antaranya petugas Jasa Marga Siaga Operasional Idulfitri 1447H/2026 di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung dan Rest Area 389B Jalan Tol Batang-Semarang, GT Cikampek-Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek, dan GT Prambanan Jalan Tol Jogja-Solo.
Di sisi lain, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan bahwa pemantauan melalui JMTC menjadi elemen penting dalam pengendalian arus lalu lintas, khususnya dalam menentukan penerapan rekayasa seperti contraflow dan one way berbasis indikator volume per capacity ratio (VCR).
“Kami mengimbau masyarakat yang belum kembali agar dapat memanfaatkan sisa waktu perjalanan sehingga puncak arus balik dapat terurai. Keselamatan tetap menjadi prioritas, oleh karena itu pengendara diminta tidak memaksakan diri apabila lelah dan segera beristirahat di rest area untuk menekan angka kecelakaan dan fatalitas,” jelas Listyo.