- dok.kolase tvOnenews.com /istimewa
Gempa M 7,6 Guncang Maluku Utara, BMKG Turunkan Tim Khusus untuk Pemetaan Dampak dan Antisipasi Susulan
Puluhan Gempa Susulan Guncang Maluku Utara
Hingga Kamis pagi, aktivitas gempa di Maluku Utara masih cukup tinggi. BMKG mencatat telah terjadi puluhan gempa susulan yang mengguncang wilayah tersebut.
Plh Direktur Seismologi Teknik BMKG, Fakhri, mengungkapkan bahwa hingga pukul 09.50 WIB, tercatat sebanyak 48 gempa susulan di Maluku Utara dan sekitarnya.
Gempa susulan terbesar di Maluku Utara tercatat mencapai magnitudo 5,5. Kondisi ini menunjukkan bahwa aktivitas tektonik di wilayah tersebut masih sangat aktif dan membutuhkan kewaspadaan tinggi.
Warga Maluku Utara Diminta Waspada Bangunan Rusak
BMKG juga mengingatkan masyarakat di Maluku Utara untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terkait kondisi bangunan pascagempa.
Warga Maluku Utara diimbau tidak memasuki bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan sebelum dilakukan pemeriksaan oleh petugas berwenang.
Hal ini penting untuk mencegah risiko tambahan, mengingat gempa susulan di Maluku Utara masih terus terjadi dan berpotensi memperparah kondisi bangunan yang sudah melemah.
“Perlu dicek kondisi struktur bangunan, terutama jika terdapat retakan atau tanda-tanda tidak stabil,” kata Fakhri.
Maluku Utara Masuk Zona Rawan Gempa
Secara geologis, Maluku Utara memang dikenal sebagai salah satu wilayah dengan aktivitas seismik tinggi di Indonesia. Letaknya yang berada di pertemuan beberapa lempeng tektonik membuat Maluku Utara rentan terhadap gempa bumi.
Kondisi ini menjadikan setiap gempa di Maluku Utara, terutama yang berkekuatan besar seperti 7,6 magnitudo, berpotensi menimbulkan dampak luas baik secara fisik maupun sosial.
Karena itu, kehadiran tim BMKG di Maluku Utara menjadi langkah penting untuk memastikan mitigasi risiko berjalan optimal serta memberikan informasi akurat kepada masyarakat.
Pemantauan Intensif Masih Berlangsung
Hingga saat ini, BMKG terus melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas gempa di Maluku Utara. Data yang dikumpulkan dari lapangan akan menjadi dasar dalam menentukan langkah mitigasi lanjutan.
Masyarakat Maluku Utara diharapkan tetap tenang namun tidak lengah, serta terus mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pihak berwenang.
Dengan kondisi gempa Maluku Utara yang masih dinamis, kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko yang lebih besar. (nsp)